Momen Ribuan Nahdliyin di Malang Teriakkan 'Prabowo-NU' saat Mujahadah Kubro Satu Abad NU

Ribuan warga NU yang berkumpul di lapangan tengah dan tribun secara serentak menyatakan keinginan mereka untuk mendengarkan pidato Prabowo lebih lama.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Momen Ribuan Nahdliyin di Malang Teriakkan 'Prabowo-NU' saat Mujahadah Kubro Satu Abad NU
Presiden Prabowo Subianto di acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Minggu, (8/2/2026) pagi (Biropers) (© 2026 Liputan6.com)

Suasana penuh semangat menyelimuti Stadion Gajayana di Malang, Jawa Timur, ketika ratusan ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul untuk mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU, yang berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026.

Para Nahdliyin telah hadir di lokasi sejak pukul 05.00 WIB, dan dari berbagai sudut stadion, terdengar teriakan bergemuruh menyebut nama Prabowo sebagai bagian dari keluarga besar NU.

Prabowo awalnya berencana untuk mempersingkat pidatonya, menyadari bahwa para warga NU telah berada di lokasi sejak subuh.

"Maaf agak terlalu semangat saya. Kalau di depan rakyat Jawa Timur, apalagi rakyat NU, harus semangat," ujar Prabowo.

Namun, ribuan warga NU yang memenuhi lapangan dan tribun kompak meminta Prabowo untuk melanjutkan pidatonya lebih lama. Mereka bahkan meneriaki nama Prabowo dengan penuh semangat.

"Oh enggak boleh ya? Enggak kepanasan ini? Kalau gitu saya izin minum kopi ya," canda Prabowo, yang disambut dengan teriakan "Prabowo, NU. Prabowo, NU" dari warga NU di sela-sela sambutannya.

Prabowo kemudian melanjutkan sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada para kiai, ulama, dan seluruh warga NU yang telah berperan menjaga kedamaian serta stabilitas Indonesia.

"Terima kasih para kiai, para ulama, terima kasih seluruh Nahdliyin, semuanya keluarga besar Nahdlatul Ulama terima kasih atas peran NU menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia," ujar dia.

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga mengekspresikan kebahagiaannya bisa hadir di tengah-tengah warga NU dan merasakan semangat serta kesejukan saat berada di sana.

"Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia. Saya selalu semangat karena saya merasakan kesejukan," kata Prabowo.

Prabowo merasakan getaran semangat persatuan dari warga Nahdiyin. Dia juga memberikan pujian terhadap semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga NU dalam upaya menegakkan keadilan di tanah air.

"Saya merasakan getaran hati saudara-saudara dan saudari-saudari sekalian. Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, semangat ingin menegakkan kedamaian. Saya merasakan harapan, saya merasakan harapan atas bangsa negara yang adi," ujar dia.

Selain itu, Prabowo juga menekankan betapa kuatnya peran emak-emak dari NU dalam gerakan ini. "Apalagi tadi saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU. Luar biasa kekuatan emak-emak ini," sambung Prabowo.

Prabowo mengucapkan terima kasih kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mengundangnya untuk hadir dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad. Dia menyatakan bahwa keberadaan NU memberinya dorongan untuk lebih berkomitmen dalam berbakti dan mengabdi kepada bangsa Indonesia.

"Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah Kyai apalagi ada kyai-kyai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," ujar Prabowo.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran NU dalam perjalanan hidup dan karier politiknya.

Prabowo juga menegaskan bahwa kehadirannya di acara tersebut bukan hanya sekadar formalitas, melainkan merupakan bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada komunitas NU. Dia merasa terinspirasi oleh semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para santri dan ulama. Dengan dukungan dari mereka, Prabowo merasa lebih kuat dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.

"Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah Kyai apalagi ada kyai-kyai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," ujar Prabowo, menegaskan komitmennya untuk melayani rakyat dengan sepenuh hati.

Rekomendasi