Polres Kediri Tangani Kasus Temuan Bayi di Area Persawahan, Kondisi Bayi Membaik
Polres Kediri tengah menyelidiki kasus temuan bayi perempuan yang ditinggalkan di tepi sawah Desa Tugurejo, Ngasem. Kondisi bayi kini dalam perawatan medis dan dalam pengawasan tim dokter.
Warga dihebohkan dengan penemuan seorang bayi perempuan di tepi jalan area persawahan Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Bayi malang tersebut ditemukan pada Kamis, 28 Mei 2026, dan kini telah mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit setempat.
Kasus temuan bayi di Kediri ini pertama kali terungkap setelah seorang warga bernama Mujianto (54), yang sedang mencari sisa jagung, mendengar suara tangisan bayi yang samar-samar. Penemuan ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib untuk penanganan lebih lanjut.
Kepolisian Resor (Polres) Kediri, Jawa Timur, kini tengah serius menangani kasus ini. Pihak kepolisian berupaya mengungkap identitas orang tua bayi serta motif di balik penelantaran tersebut. Penyelidikan mendalam terus dilakukan guna menemukan titik terang dalam peristiwa ini.
Detik-detik Penemuan Bayi di Kediri
Mujianto, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, menjadi saksi mata pertama dalam peristiwa memilukan ini. Saat sedang beraktivitas di area persawahan, ia dikejutkan oleh suara tangisan bayi yang samar-samar terdengar dari kejauhan.
Setelah mendekat, Mujianto menemukan seorang bayi perempuan terbungkus sarung bantal berwarna hitam dengan motif garis putih. Kondisi bayi saat ditemukan masih hidup, dengan tali pusar yang masih menempel. Hal ini mengindikasikan bahwa bayi tersebut baru saja dilahirkan.
Temuan bayi malang ini dengan cepat menyebar dan menjadi viral di media sosial. Banyak warga yang mengabadikan momen penemuan tersebut dengan kamera ponsel mereka, kemudian mengunggahnya, sehingga menarik perhatian publik secara luas.
Penanganan Medis dan Langkah Penyelidikan Polisi
Setelah ditemukan, bayi perempuan tersebut segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter, kondisi bayi saat ini dalam proses pengawasan dan pemulihan oleh tim medis di rumah sakit.
Pihak kepolisian tidak tinggal diam dan langsung bergerak cepat mengusut kasus temuan bayi di Kediri ini. Sejumlah saksi, termasuk Mujianto yang menemukan bayi, telah dimintai keterangan untuk mengumpulkan informasi awal.
Selain memeriksa saksi, Polres Kediri juga berkoordinasi dengan bidan dan perangkat desa di sekitar lokasi penemuan. Koordinasi ini bertujuan untuk mendata ibu hamil yang sudah waktunya melahirkan di wilayah tersebut, sebagai salah satu upaya pelacakan.
Proses penyidikan masih terus berlangsung, termasuk pemeriksaan sidik jari dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan bayi. Polisi berupaya keras mengidentifikasi orang tua bayi dan motif di balik penelantaran ini.
Imbauan Kepolisian dan Upaya Pengungkapan Kasus
AKP Joshua Peter menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan alamat dari ibu bayi yang ditemukan tersebut. Penyelidikan masih berjalan, namun ia optimis kasus ini dapat segera terungkap dengan bantuan masyarakat.
Polres Kediri mengimbau kepada seluruh warga agar segera melapor kepada petugas kepolisian jika mengetahui adanya perempuan hamil yang sudah waktunya melahirkan namun tidak terlihat bayinya. Laporan dari masyarakat sangat berarti dalam membantu proses penyelidikan.
Dengan sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan pengungkapan kasus temuan bayi di Kediri ini dapat berjalan lebih cepat. Polisi berkomitmen untuk terus bekerja keras demi keadilan bagi bayi malang tersebut.
Sumber: AntaraNews