Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur, telah menyiapkan strategi komprehensif untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama periode mudik dan balik Lebaran. Sebanyak 365 personel dari Polres Kediri akan terlibat langsung dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Operasi ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, mencakup seluruh wilayah Kabupaten Kediri.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji pada Jumat (13/3) mengungkapkan bahwa total personel yang dikerahkan mencapai 536 orang. Jumlah ini merupakan gabungan dari anggota Polres Kediri, unsur TNI, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif dari masyarakat. Kesiapan ini menunjukkan komitmen Polres Kediri dalam menjaga ketertiban dan keselamatan warga selama perayaan Idul Fitri.
Fokus utama Pengamanan Lebaran 2026 Kediri adalah mengantisipasi potensi kemacetan dan menyediakan berbagai layanan publik. Pemetaan titik-titik rawan telah dilakukan untuk penempatan pos pengamanan yang strategis. Selain itu, layanan darurat dan penitipan kendaraan juga disiapkan untuk kenyamanan pemudik dan warga yang meninggalkan rumah.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pengamanan dan Titik Rawan Kemacetan
Dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Kediri telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi tinggi mengalami kemacetan. Pemetaan ini krusial untuk penempatan personel dan pos pengamanan secara efektif. Tujuannya adalah untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan memastikan arus kendaraan tetap lancar selama periode sibuk Lebaran.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian utama meliputi simpang Mengkreng, simpang Papar, simpang Plemahan, simpang Kandangan, dan Kras. Selain itu, area keramaian seperti Simpang Lima Gumul dan Ringin Budho Pare di Kabupaten Kediri juga akan mendapatkan pengawasan ekstra. "Dalam operasi ini melibatkan total 536 personel. Dengan jumlah itu, kami siap untuk melakukan pengamanan," kata Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji.
Pos-pos pengamanan didirikan di titik-titik krusial tersebut untuk memberikan bantuan dan informasi kepada masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi Pengamanan Lebaran 2026 Kediri yang menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Layanan Publik dan Keamanan Pemudik
Polres Kediri tidak hanya fokus pada aspek pengamanan lalu lintas, tetapi juga menyediakan berbagai layanan publik untuk masyarakat. Salah satu layanan penting yang disiapkan adalah call center 110. Layanan ini dapat dihubungi oleh masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin mengadukan berbagai hal terkait keamanan dan ketertiban.
Selain itu, untuk memberikan rasa aman bagi warga yang mudik atau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, Polres Kediri juga membuka layanan penitipan kendaraan gratis. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini di kantor kepolisian terdekat, baik di polsek maupun polres. "Kami membuka penitipan kendaraan di kantor kepolisian baik di polsek maupun polres," ujar Kapolres.
Layanan ini sangat membantu bagi warga yang khawatir akan keamanan kendaraan mereka saat bepergian. Konfirmasi terkait layanan penitipan kendaraan dapat dilakukan melalui polsek setempat. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian Polres Kediri terhadap keamanan properti warga selama masa libur panjang.
Advertisement
Advertisement
Ketersediaan Bahan Pokok dan Sinergi Pemerintah Daerah
Aspek penting lain dalam persiapan Lebaran adalah memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menekankan pentingnya hal ini selain kegiatan pengamanan dan pelayanan. Pemantauan terhadap distribusi dan ketersediaan bahan pokok serta barang penting terus dilakukan menjelang perayaan Idul Fitri.
"Kami sudah memantau bahan pokok dan barang penting, sampai hari ini alhamdulillah tidak ada komoditas yang inflasinya signifikan dan kami berdoa sampai dengan hari Raya Idul Fitri tidak ada sesuatu yang krusial," kata Bupati Hanindhito. Hal ini menunjukkan sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Masyarakat juga diimbau untuk menghubungi call center 110 jika ada hal-hal darurat yang memerlukan penanganan cepat. "Call center ini juga akan terintegrasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri," tambah Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri.
Integrasi call center dengan Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan Pengamanan Lebaran 2026 Kediri secara menyeluruh. Pemerintah daerah dan kepolisian bekerja sama untuk menciptakan suasana Lebaran yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews