Polisi Tangkap Koboi Jalanan Sopir Gran Max Todongkan Pistol saat Ditegur di Tol Cipularang
Pelaku ditangkap tanpa perlawanan beserta sejumlah barang bukti
Polisi berhasil menangkap sopir kendaraan ekspedisi Lalamove yang melakukan aksi 'koboi' mengacungkan benda mirip pistol kepada pengendara mobil lainnya di Tol Cipularang KM 93 pada Sabtu (7/6) lalu. Pelaku ialah pria berinisial SS (41).
"Pelaku sudah kami amankan dan akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam keterangannya, Rabu (11/65).
"Aksi yang meresahkan di ruang publik, apalagi melibatkan benda menyerupai senjata api, tidak bisa kami biarkan," kata dia.
Pelaku ditangkap tanpa perlawanan beserta sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah korek api berbentuk pistol, kain pembungkus berwarna biru, dan mobil Grand Max yang digunakan saat kejadian.
Hasil pemeriksaan kepada pelaku SS, diketahui bahwa kendaraan dan akun Lalamove yang digunakan SS dipinjam dari rekannya M. Pelaku sendiri belum memiliki pekerjaan tetap.
Terkait kejadian ini, ia mengajak masyarakat agar tak ragu melapor apabila terjadi insiden serupa. Di sisi lain, ia menegaskan kepolisian tak bakal mentoleransi aksi premanisme dan intimidasi di jalan raya.
"Kepolisian mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kejadian serupa dan senantiasa waspada," katanya.
Diunggah Anggota DPR
Diberitakan, Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan diduga seorang pengemudi mobil ekspedisi melakukan aksi koboi atau menodongkan senjata ke pengemudi mobil lainnya. Hal ini diunggah oleh akun @ahmadsahroni88.
"Ngeri yah bawa senjata.....ini juga wajib di cari sm pak polisi @divisihumaspolri kejadian di Tol Cipularang kalau enggak salah," tulis akun @ahmadsahroni88 seperti dikutip merdeka.com, Senin (9/6).
Terkait hal itu, Ka Induk PJR Tol Cipularang Kompol Joko Prihantono mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 7 Juni 2025 kemarin.
"Belum tahu (pelaku koboi jalanan). Jadi gini, itu kejadian hari Sabtu, kita juga enggak ada yang tahu jam berapa, di mana enggak ada yang tahu," kata Joko saat dihubungi, Senin (9/6).
Semestinya, pria yang ditodongkan senjata tersebut langsung membuat laporan polisi. Namun, dia malah langsung melarikan diri tanpa membuat laporan ke polisi.
"Seharusnya kayak begitu setelah ditodong gitu, ya minimal lapor polisi atau melaporkan diri. Ini tidak. Jadi dia malah menghilangkan diri," ujarnya.