Pria di Sumsel Bunuh Ibu Mertua Gara-Gara Panen Kopi, Pelaku Ikut Cari Korban Biar Tak Dicurigai

Kasus ini terbongkar setelah korban dilaporkan hilang di kebunnya di Desa Padang Tepong, Ulu Musi, Empat Lawang, Sumatera Selatan, sejak Selasa (19/5).

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Pria di Sumsel Bunuh Ibu Mertua Gara-Gara Panen Kopi, Pelaku Ikut Cari Korban Biar Tak Dicurigai
Pria di Sumsel Bunuh Ibu Mertua Gara-Gara Panen Kopi, Pelaku Ikut Cari Korban Biar Tak Dicurigai (Merdeka.com)

Seorang pria, AG (40), membunuh ibu mertuanya, AM (64), gara-gara bagi hasil panen kopi dianggap tak adil. Pelaku turut mencari korban bersama warga agar tak dicurigai.

Kasus ini terbongkar setelah korban dilaporkan hilang di kebunnya di Desa Padang Tepong, Ulu Musi, Empat Lawang, Sumatra Selatan, sejak Selasa (19/5). Warga setempat pun kompak melakukan pencarian di lokasi-lokasi yang dianggap tempat singgah dan perlintasan korban.

Pelaku turut membantu pencarian bersama keluarga yang lain. Jarak kebun dengan rumah mereka cukup jauh, sekitar 1,5 jam menggunakan motor kebun.

Di sekitar pondok kebun, warga menemukan sejumlah barang milik korban berupa keranjang berisi buah lada, parang, dan botol air minum. Warga bahkan menguras kolam di kebun karena mengira tenggelam. 

Kemudian, warga menemukan ponsel tanpa SIM card tak jauh dari pondok. Ponsel itu milik korban yang biasa dia gunakan selama ini.

Sejak penemuan ponsel itu, keberadaan pelaku tak lagi diketahui. Dia menghilang begitu saja hingga menimbulkan kecurigaan keluarga dan polisi.

Pada Minggu (24/5), pelaku diamankan saat berada di Lubuklinggau. Dia dibawa ke Mapolres Empat Lawang untuk menjalani pemeriksaan.

Ketika itu, pelaku mengakui bertemu dengan korban saat panen lada. Pelaku pulang untuk mengajak tukang ojek dengan maksud membawa hasil panen.

Pelaku berdalih sengaja tidak mengajak ibu mertuanya pulang karena ingin jalan kaki sendiri.

Begitu tidak di rumah, Angga seolah-olah kaget karena tak menemui korban di rumahnya. Alhasil mereka sepakat mencari korban karena khawatir terjadi apa-apa.

"Tersangka mengaku pulang duluan dan korban pulang sendiri tapi tidak pulang-pulang juga," ungkap Kapolsek Ulu Musi Iptu Arsan Fajri, Selasa (26/5).

Lantaran pengakuan tersangka mencurigakan, penyidik melakukan pendalaman lebih lanjut. Alhasil, tersangka mengakui telah membunuh korban.

Pukul Pakai Kayu

Tersangka mengaku memukul korban dengan kayu hingga tewas. Jasad korban dimasukkan ke karung lalu dia bawa menggunakan sepeda motor dan dibuang ke sungai.

"Tersangka membuang korban untuk menghilangkan jejak," kata Arsan.

Dari penelurusan, warga dan polisi menemukan jasad korban mengapung di sungai dengan posisi masih terbungkus dalam karung, Senin (25/6) sore. Korban dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan selanjutnya dimakamkan.

"Korban sudah ditemukan kemarin sore. Lokasinya cukup jauh dari tempat pembuangan," kata Arsan.

Dari pemeriksaan, tersangka nekat membunuh ibu mertuanya karena kesal bagian hasil panen tak sesuai kesepakatan. Kesempatan hanya berdua saja di kebun dimanfaatkan tersangka meluapkan emosinya.

"Motifnya karena pembagian hasil panen kopi, tersangka merasa tak adil. Dia ikut mencari korban biar tidak dicurigai," kata Arsan.

Rekomendasi