Polisi Buru Pelaku Pembobolan Toko Ayam Krispi di Makassar, Kerugian Jutaan Rupiah
Aparat kepolisian sedang memburu dua pelaku pembobolan toko ayam krispi di Makassar yang terekam CCTV, dengan kerugian mencapai jutaan rupiah.
Polisi di Makassar tengah gencar memburu dua individu yang diduga terlibat dalam aksi pembobolan toko penjualan ayam krispi. Insiden ini terjadi pada Jumat dini hari di Jalan Batua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit.
Kedua pelaku terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) saat melancarkan aksinya, memicu penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Kapolsek Manggala, Kompol Samuel To'longan, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
Penyelidikan ini melibatkan tim Jatanras Satuan Reskrim Polrestabes Makassar bersama personel Polsek Manggala. Fokus utama adalah menganalisis rekaman CCTV dan mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian.
Kronologi Aksi Pembobolan yang Terekam CCTV
Rekaman CCTV yang kini viral di media sosial menunjukkan detail kejadian pembobolan toko ayam krispi tersebut. Dua orang pria mengendarai sepeda motor dengan helm tertutup tiba di Outlet Golqi Chicken pada Jumat dini hari.
Salah satu pelaku terlihat membobol pintu besi toko, kemudian masuk ke dalam sambil menggunakan senter untuk mencari barang berharga. Sementara itu, pelaku lainnya tetap berada di luar, siap dengan sepeda motornya sebagai sarana pelarian.
Pelaku di dalam toko berhasil membuka brankas kecil dan mengambil sejumlah barang berharga. Ini termasuk beberapa ponsel, gadget tablet, uang tunai, hingga kompor seribu mata yang digunakan untuk memasak.
Aksi pembobolan toko ayam krispi ini terjadi dua kali dalam satu malam, pertama sekitar pukul 00.36 WITA dan kemudian kembali sekitar pukul 04.32 WITA. Diduga pelaku kembali untuk mengambil barang tambahan setelah merasa kurang puas dengan hasil curian pertama.
Kerugian Materiil dan Upaya Pengejaran Pelaku
Leader Outlet Golqi Chicken, Fika, mengungkapkan bahwa total kerugian akibat pembobolan toko ayam krispi ini mencapai sekitar Rp9 jutaan. Barang-barang yang hilang meliputi uang tunai di brankas kasir, ponsel, tablet, dan dua unit kompor seribu mata.
Fika menjelaskan bahwa toko tersebut tidak memiliki karyawan yang menginap atau penjaga malam, karena jam operasional berakhir pukul 23.00 WITA. Hal ini membuat toko rentan terhadap aksi kejahatan saat tidak ada aktivitas.
Pihak kepolisian, melalui Kompol Samuel To'longan, menegaskan komitmen mereka untuk segera menangkap para pelaku pembobolan toko ayam krispi. Penyelidikan terus berlanjut dengan fokus pada analisis bukti-bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV.
Meskipun identitas pelaku belum diketahui secara pasti, Fika menyebutkan adanya seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan yang kerap terlihat di depan outlet sebelum kejadian. Informasi ini menjadi salah satu petunjuk penting bagi polisi dalam proses penyelidikan.
Sumber: AntaraNews