Polisi Angkat Bicara soal Penjarahan Rumah Sri Mulyani dan Ahmad Sahroni
Polisi telah melakukan inventarisasi dan konsolidasi terkait pengamanan di kediaman para pejabat tersebut.
Polisi akhirnya menanggapi maraknya aksi penjarahan yang menyasar rumah sejumlah pejabat, mulai dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hingga anggota DPR RI seperti Ahmad Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan pihaknya telah melakukan inventarisasi dan konsolidasi terkait pengamanan di kediaman para pejabat tersebut.
"Hal ini telah dilakukan inventarisasi oleh Polda-Polda, dan kemudian konsolidasi," ujar Trunoyudo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/9).
Saat ditanya apakah Polri kecolongan dalam mengantisipasi aksi penjarahan, Trunoyudo belum memberikan jawaban detail. Ia hanya meminta publik bersabar.
"Dan tentunya secara perkembangan nanti kita lihat dari hasil perkembangannya. Itu dulu bisa kami jawab sementara ini," ucapnya.
Penjarahan di Rumah Sri Mulyani
Sebelumnya, rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, dijarah massa pada Minggu (31/8) dini hari. Aksi itu terjadi dua kali, sekitar pukul 01.00 WIB dan 03.00 WIB.
"Gelombang pertama sekitar jam satu dini hari, gelombang kedua terjadi sekitar jam tiga," kata Joko Sutrisno, staf pengamanan kompleks rumah Sri Mulyani, dikutip Antara.
Sejumlah warga juga membenarkan peristiwa tersebut, termasuk seorang saksi bernama Renzi.
"Tapi Bu Sri tidak ada di rumah kok," ucap Renzi, yang diamini Joko.
Rumah Ahmad Sahroni Dilempari Massa
Aksi serupa terjadi di rumah anggota DPR RI Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni, di Jalan Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Sabtu (30/8) sore. Ratusan massa berkumpul sejak pukul 15.00 WIB dan melakukan pelemparan batu ke arah rumah bertingkat milik Sahroni.
Massa juga merusak pagar, masuk ke dalam rumah, hingga merusak kendaraan yang terparkir di garasi.
"Mereka tak hanya meneriaki, tapi juga melempari rumah sehingga merusak bangunan," demikian laporan saksi yang dihimpun Antara.
Selain rumah Sahroni, massa juga sempat mendatangi rumah sejumlah anggota DPR lainnya, termasuk Eko Patrio dan Uya Kuya.
Aksi-aksi tersebut menambah daftar panjang kerusuhan yang menyasar rumah pejabat di tengah gelombang unjuk rasa beberapa hari terakhir.