Rumah Eko Patrio, Komedian yang Kini Anggota DPR, Diserbu Massa: Apa yang Terjadi?

Rumah Eko Patrio, anggota DPR sekaligus komedian, diserbu massa dan dijarah. Apa penyebab insiden ini dan bagaimana aparat mengamankan situasi di kediaman Rumah Eko Patrio?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rumah Eko Patrio, Komedian yang Kini Anggota DPR, Diserbu Massa: Apa yang Terjadi?
Pasca penjarahan rumah Eko Patrio di Jakarta Selatan, Kepolisian dan TNI kini berjaga ketat. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa massa menjarah rumah anggota DPR ini? (Merdeka.com)

Kediaman anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Eko Hendro Purnomo, yang dikenal sebagai Eko Patrio, di Jakarta menjadi sasaran penyerbuan dan penjarahan massa pada Sabtu malam, 31 Agustus. Insiden ini terjadi di tengah gelombang ketidakpuasan publik yang meluas, di mana massa yang berjumlah besar berhasil menerobos pengamanan dan menjarah berbagai barang dari dalam rumah.

Menanggapi situasi yang memanas, personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) segera dikerahkan ke lokasi. Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Komisaris Besar Nicolas Ary Lilipaly, menyatakan bahwa pengerahan aparat bertujuan untuk mengamankan rumah dan mengendalikan kericuhan yang terjadi.

Penyerbuan Rumah Eko Patrio ini diduga kuat berkaitan dengan kemarahan publik terhadap perilaku sejumlah anggota dewan yang dianggap tidak berempati. Eko Patrio, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR, termasuk di antara beberapa legislator yang menghadapi sorotan tajam atas gestur dan pernyataan yang memicu kontroversi.

Menurut keterangan dari Kombes Nicolas Ary Lilipaly, massa yang menyerbu kediaman Eko Patrio datang dalam jumlah yang sangat besar, melebihi personel keamanan yang ada di lokasi. Mereka melakukan perusakan dan penjarahan properti dalam tiga gelombang serangan berturut-turut. Situasi baru dapat dikendalikan setelah pengerahan personel TNI dan Polri.

Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kerumunan massa yang berkumpul di luar rumah anggota DPR tersebut, berhasil menerobos pengamanan, dan menjarah berbagai barang. Barang-barang yang dilaporkan dijarah meliputi kursi, lampu, koper, tempat tidur, hingga speaker studio. Beberapa perusuh bahkan mengakui bahwa mereka mengetahui informasi mengenai rumah Eko Patrio dari unggahan online di tengah gejolak nasional yang terjadi beberapa hari terakhir.

Eko Patrio, yang dikenal luas sebagai komedian, saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR. Ia menjadi salah satu dari beberapa legislator yang berada di bawah pengawasan publik menyusul pernyataan dan gestur yang dianggap ofensif serta kurangnya empati di tengah kesulitan masyarakat. Kontroversi ini memuncak setelah Eko Patrio mengunggah video TikTok dirinya berpura-pura menjadi disc jockey. Video tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk ejekan terhadap kritik publik yang menyoroti anggota dewan yang terlihat menari dan bernyanyi saat Sidang Tahunan MPR 2025 pada 15 Agustus.

Gestur para legislator tersebut secara luas dianggap tidak menghormati kondisi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Selain Eko Patrio, anggota parlemen lain yang juga menghadapi reaksi serupa dan menjadi sasaran penyerangan adalah Ahmad Sahroni dan Surya Utama, yang populer dengan nama Uya Kuya. Penyerangan terhadap kediaman Eko Patrio terjadi tak lama setelah ia mengunggah video Instagram yang berisi permintaan maaf publik bersama Uya Kuya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi