Poliban dan BRIN Kolaborasi Kembangkan IoT untuk Sawit, Tingkatkan Efisiensi Perkebunan
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) bersama BRIN berkolaborasi mengembangkan platform IoT untuk Sawit guna optimalkan pemantauan dan prediksi kinerja kelapa sawit. Bagaimana inovasi ini akan merevolusi sektor perkebunan?
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini menjalin kolaborasi penting. Keduanya mengadakan pertemuan guna membahas secara mendalam pengembangan platform Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk pemantauan tanaman kelapa sawit. Inisiatif strategis ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan serta inovasi berkelanjutan bagi sektor perkebunan di wilayah tersebut.
Diskusi strategis ini berlangsung di Banjarmasin, dihadiri oleh perwakilan BRIN yang kompeten, termasuk Prof. Dr. Ir. Muhammad Noor, Dr. Ir. Muhammad Alwi, dan Anna Hairani. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pameran teknologi inovasi yang sebelumnya sukses diselenggarakan oleh Poliban. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan komoditas sawit yang merupakan salah satu andalan pertumbuhan ekonomi utama di Kalimantan Selatan.
Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poliban, H. M. Syafwansyah Effendi, mengungkapkan rasa hormatnya atas terlaksananya diskusi berbobot ini. Ia menekankan bahwa komoditas sawit yang strategis di Kalimantan Selatan membutuhkan pengelolaan berbasis data yang akurat. Oleh karena itu, pengembangan teknologi IoT untuk sawit sangat relevan guna meningkatkan kualitas serta efisiensi tanaman secara berkelanjutan.
Inovasi SIPERKASA untuk Pemantauan Sawit
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Poliban dengan bangga memperkenalkan salah satu inovasi unggulannya, yakni sebuah platform IoT yang diberi nama SIPERKASA. SIPERKASA, singkatan dari Sistem Informasi Pemantauan dan Prediksi Kinerja Kelapa Sawit, dirancang secara spesifik untuk memantau kondisi tanaman kelapa sawit secara real-time. Alat ini juga mampu mengumpulkan data lingkungan sekitar perkebunan sawit secara komprehensif dan akurat.
Syafwansyah menjelaskan bahwa kinerja SIPERKASA mencakup pemantauan berbagai aspek penting yang memengaruhi pertumbuhan sawit. Ini termasuk kondisi kesehatan tanaman, tingkat kelembaban tanah, suhu lingkungan, hingga potensi serangan hama dan penyakit. Harapannya, alat berbasis IoT untuk sawit ini dapat memberikan manfaat besar serta membantu para petani dan pengelola perkebunan dalam mengambil keputusan yang lebih baik.
Pengembangan sistem ini menunjukkan komitmen kuat Poliban dalam menghadirkan solusi teknologi inovatif. Solusi tersebut bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan yang kerap dihadapi di sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit. Dengan ketersediaan data yang akurat dan terkini, keputusan pengelolaan dapat diambil lebih tepat, efisien, dan berkelanjutan.
Tujuan dan Dampak Riset Kolaboratif
Ketua Pelaksana kegiatan FGD Poliban dan BRIN, Dr. Kun Nursyaiful Priyo Pamungkas, menjelaskan secara rinci dua tujuan utama dari inisiatif kolaboratif ini. Pertama, kegiatan ini secara aktif bertujuan untuk mendapatkan masukan berharga dari berbagai pihak terkait. Pihak-pihak tersebut meliputi mitra industri, kelompok tani lokal, serta dinas-dinas yang relevan dengan pengembangan sektor kelapa sawit.
Tujuan kedua adalah sebagai bentuk diseminasi hasil riset yang telah dilakukan oleh tim Poliban dan BRIN kepada khalayak luas. Dr. Kun Nursyaiful Priyo Pamungkas menekankan pentingnya agar hasil riset tidak hanya berhenti di lingkungan akademis semata. Sebaliknya, setiap hasil penelitian harus mampu memberikan dampak nyata dan positif bagi masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi.
Kehadiran mitra industri dalam kegiatan diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan lebih lanjut. Masukan konstruktif dari mereka sangat penting untuk mengembangkan riset IoT untuk sawit agar semakin andal dan relevan di masa depan. Dengan demikian, teknologi yang dihasilkan dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di lapangan.
Tim riset Poliban sangat diharapkan dapat menindaklanjuti serta melanjutkan penelitian inovatif ini pada tahun-tahun mendatang secara konsisten. Dr. Kun berharap penelitian mereka akan terus mengalami peningkatan, baik dalam akurasi data maupun efisiensi operasional sistem. Pada akhirnya, inovasi ini diharapkan dapat secara signifikan membantu masyarakat, khususnya di sektor perkebunan dan pertanian, demi peningkatan hasil produksi yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews