Tahukah Anda? Poliban Pasang Alat Deteksi Karhutla Cerdas di Banjar, Mampu Beroperasi Mandiri dengan Tenaga Surya!

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) meluncurkan Alat Deteksi Karhutla cerdas berbasis IoT dan AI di Kabupaten Banjar, beroperasi mandiri dengan tenaga surya, siap cegah kebakaran lahan!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Poliban Pasang Alat Deteksi Karhutla Cerdas di Banjar, Mampu Beroperasi Mandiri dengan Tenaga Surya!
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) meluncurkan Alat Deteksi Karhutla cerdas berbasis IoT dan AI di Kabupaten Banjar, beroperasi mandiri dengan tenaga surya, siap cegah kebakaran lahan! (Merdeka.com)

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan lingkungan dengan meluncurkan inovasi terbaru. Perguruan tinggi vokasi ini telah memasang sebuah alat deteksi cerdas di area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlokasi di wilayah perkebunan Kabupaten Banjar. Inisiatif ini menjadi langkah konkret Poliban untuk hadir di tengah masyarakat dengan solusi teknologi terapan yang relevan.

Alat canggih ini, yang merupakan hasil karya tim peneliti Poliban, secara spesifik ditempatkan di areal perkebunan kelapa sawit milik PTPN Wilayah 4 Danau Salak, Kabupaten Banjar. Pemasangan teknologi ini bertujuan untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi asap dan api, sehingga tim lapangan dapat segera merespons dan mencegah meluasnya kebakaran. Ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu menjawab tantangan strategis daerah.

Menurut Reza Fauzan, salah satu tim peneliti Poliban, "Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan penelitian di atas kertas, tetapi benar-benar mampu menjawab persoalan strategis daerah." Ia menambahkan bahwa alat ini diharapkan dapat membantu PTPN Wilayah 4 dalam mencegah meluasnya kebakaran lahan perkebunan, sekaligus menjadi model kolaborasi yang efektif antara akademisi dan industri.

Inovasi Teknologi Poliban untuk Pencegahan Karhutla

Perangkat deteksi asap dan api yang dikembangkan oleh Poliban ini dirancang dengan teknologi mutakhir. Sistem ini dilengkapi dengan kamera dan sensor canggih yang terhubung secara real-time ke pusat monitoring. Integrasi teknologi ini memungkinkan pemantauan area perkebunan secara terus-menerus dan akurat, bahkan di lokasi yang sulit dijangkau.

Reza Fauzan menjelaskan bahwa sistem akan secara otomatis memberikan peringatan dini jika terdeteksi adanya potensi kebakaran. Hal ini memungkinkan tim di lapangan untuk segera mengambil tindakan responsif, meminimalkan risiko kerugian besar akibat karhutla. Teknologi ini dikembangkan sebagai hasil penelitian dosen dan mahasiswa Poliban dalam rangkaian program Berdikari.

Program Berdikari ini secara khusus difokuskan pada pemanfaatan potensi lokal Kalimantan Selatan untuk menghasilkan solusi inovatif. Seluruh perangkat dalam sistem deteksi dini ini didukung oleh energi listrik alternatif bertenaga surya. Kemampuan beroperasi secara mandiri tanpa bergantung penuh pada jaringan listrik PLN menjadikan alat ini sangat ideal untuk penempatan di daerah terpencil atau tanpa akses listrik.

Tim peneliti Poliban yang terlibat dalam pengembangan sistem deteksi dini berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengenali asap dan api secara otomatis ini meliputi Reza Fauzan, Abdul Rozaq, Effan Najwaini, Agus Pebrianto, Rahimi Fitri, dan Evi Widiastuti. Dukungan pendanaan untuk program ini berasal dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung inovasi vokasi.

Kolaborasi Strategis dan Dampak Positif bagi Daerah

Pihak PTPN Wilayah 4 Danau Salak, Kabupaten Banjar, melalui perwakilannya Hasna Fauzi, menyambut baik kolaborasi dengan Poliban ini. Mereka sangat mengapresiasi pemasangan alat deteksi asap dan api tersebut sebagai upaya pencegahan karhutla yang proaktif. Teknologi deteksi dini ini dinilai sangat relevan untuk memperkuat sistem keamanan kebun dari risiko kebakaran.

Hasna Fauzi menyatakan bahwa karhutla dapat mengancam produktivitas dan keberlanjutan usaha perkebunan, sehingga teknologi ini menjadi solusi yang sangat dibutuhkan. "Teknologi deteksi dini sangat relevan untuk memperkuat sistem keamanan kebun dari risiko karhutla yang dapat mengancam produktivitas dan keberlanjutan usaha perkebunan," ujarnya. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri.

Program ini juga merupakan bagian integral dari strategi nasional penguatan ekosistem kemitraan sains dan teknologi vokasi. Dengan inisiatif seperti Alat Deteksi Karhutla Poliban ini, Politeknik Negeri Banjarmasin menegaskan perannya sebagai motor penggerak inovasi vokasi. Institusi ini tidak hanya berupaya memperkuat kapasitas daerah, tetapi juga berkontribusi pada upaya nasional.

Kontribusi Poliban ini secara signifikan mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Melalui inovasi terapan dan kolaborasi strategis, Poliban membuktikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran krusial dalam menjawab tantangan nyata di lapangan dan menciptakan solusi yang berdampak positif bagi masyarakat luas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi