Polda NTT Catat Penurunan Angka Kecelakaan Mudik Lebaran 2026, Sinergi Kunci Keberhasilan
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan Penurunan Angka Kecelakaan Mudik NTT sebesar satu persen selama Operasi Ketupat Turangga 2026, menunjukkan efektivitas pengawasan dan kesadaran masyarakat.
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat kabar baik selama arus mudik Lebaran 2026. Angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan signifikan, yakni satu persen. Penurunan ini terjadi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga.
Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol. Jhony Afrizal Sharifudin, mengumumkan bahwa kasus kecelakaan turun dari 40 menjadi 39 kasus. Penurunan ini dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu. Pengumuman disampaikan usai pertemuan daring dengan Kapolri.
Penurunan ini tidak hanya terbatas pada kecelakaan lalu lintas saja. Angka kriminalitas juga menunjukkan tren positif. Hal ini menunjukkan efektivitas upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penurunan Angka Kecelakaan dan Kriminalitas yang Signifikan
Selama periode Operasi Ketupat Turangga 2026, Polda NTT berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas. Tercatat penurunan satu persen, dari 40 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 39 kasus. Data ini disampaikan langsung oleh Kombes Pol. Jhony Afrizal Sharifudin.
Penurunan tersebut merupakan hasil nyata dari strategi penguatan pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan. Selain itu, optimalisasi kehadiran personel kepolisian di lapangan juga berperan penting. Langkah-langkah ini terbukti efektif mengurangi insiden.
Faktor kesadaran masyarakat akan pentingnya kepatuhan berlalu lintas juga menjadi kunci utama. Edukasi dan sosialisasi yang terus-menerus meningkatkan disiplin pengguna jalan. Hal ini berkontribusi besar pada terciptanya kondisi lalu lintas yang lebih aman.
Tidak hanya kecelakaan, angka kriminalitas di NTT juga menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan. Dari 305 kasus pada tahun sebelumnya, kini turun menjadi 300 kasus. Penurunan ini setara dengan 1,64 persen, mencerminkan situasi kamtibmas yang kondusif.
Strategi Operasi Ketupat Turangga dan Sinergi Lintas Sektor
Polda NTT mengimplementasikan Operasi Ketupat Turangga 2026 dengan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Sebanyak 560 kegiatan preemtif dan 653 kegiatan preventif telah dilaksanakan. Ini bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menambahkan bahwa arus transportasi selama mudik berjalan lancar. Jumlah penumpang jalur laut mencapai 19.589 orang. Sementara itu, arus udara terpantau aman dan tertib tanpa kendala berarti.
Keberhasilan Operasi Ketupat Turangga 2026 tidak terlepas dari sinergi kuat antara berbagai pihak. Kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta dukungan aktif dari masyarakat menjadi fondasi utama. Kerja sama ini menciptakan lingkungan yang aman.
“Situasi kamtibmas yang aman dan kondusif ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra. Pernyataan ini menegaskan pentingnya partisipasi kolektif dalam menjaga stabilitas wilayah.
Harapan untuk Arus Balik yang Aman dan Tertib
Dengan capaian positif selama arus mudik, Polda NTT berharap tren penurunan ini dapat terus berlanjut. Kombes Pol. Jhony Afrizal Sharifudin secara khusus mengungkapkan harapannya. Ia berharap tidak ada lagi kasus kecelakaan selama arus balik nanti.
Targetnya adalah mempertahankan jumlah kasus kecelakaan yang sudah rendah. Ini menunjukkan komitmen kepolisian terhadap keselamatan masyarakat. Upaya pengawasan dan patroli akan tetap dioptimalkan.
Kesadaran berlalu lintas dari masyarakat diharapkan tetap tinggi. Hal ini krusial untuk memastikan perjalanan pulang berjalan aman. Sinergi antarlembaga akan terus diperkuat.
Sumber: AntaraNews