Perjuangan Hidup Yosefasania, Bayi Manggarai yang Berhenti Berobat karena Keterbatasan Biaya
Setelah berpindah-pindah rumah sakit hingga ke Jakarta dan menghabiskan semua uang, ibu bayi Yosefasania akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung.
Yosefasania Alena Diut, seorang bayi berusia 1,7 tahun, merupakan anak dari pasangan ibu Anastasia Dita dan Wilibrodus Supardi yang tinggal di Desa Benteng Poco, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengalami masalah serius berupa bocor jantung dan sumbatan pada pembuluh darah. Menurut pengakuan Anastasia, ibu dari Yosefasania, anaknya telah menjalani perawatan secara rutin di RSUD Ruteng, tetapi tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Selama masa perawatan, Yosefasania harus menggunakan oksigen untuk membantu pernapasannya dan saat ini hanya bisa terbaring lemas, sering kali menangis.
Anastasia mulai menyadari bahwa anaknya mengalami masalah kesehatan ketika pertumbuhannya tampak lambat dan ada perubahan pada warna kulitnya.
Beberapa bagian kulitnya berwarna hitam, disertai demam tinggi, batuk, dan sesak napas yang dialaminya sejak berusia tiga minggu.
"Karena melihat kondisi Yosefasania, saya dan suami langsung membawanya ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, langsung diambil sampel darah dan dilakukan rontgen. Setelah itu, dipasang infus dan oksigen," ungkapnya.
Pada tanggal 4 Desember 2025, Anastasia baru mengetahui bahwa anaknya menderita bocor jantung. Selanjutnya, mereka membawa Yosefasania ke rumah sakit Sanglah di Denpasar, Bali, namun ditolak oleh dokter dengan alasan penyakitnya terlalu komplikasi.
“Kami sempat dirujuk ke Bali di RS Sanglah Denpasar dan di sana hanya dilakukan katerisasi jantung. Alasan lainnya adalah karena sakitnya terlalu komplikasi, sehingga kami dirujuk ke Jakarta di RS Harapan Kita. Namun, hingga saat ini, anak kami belum juga menunjukkan tanda-tanda kesembuhan,” ujarnya dengan penuh harapan.
Tidak Memiliki Uang
Setelah dibawa ke Jakarta, Yosefasania didiagnosis mengalami penyakit jantung bocor dan sumbatan pada pembuluh darah. Diagnosis ini diperoleh setelah dokter melakukan pemeriksaan USG (Echo) jantung.
Selain itu, bayi ini juga mengalami sumbatan pada pembuluh darah. Anastasia, sang ibu, mengungkapkan bahwa ia dan suaminya kehabisan dana setelah beberapa waktu dirawat di RS Harapan Kita Jakarta. Akhirnya, mereka memutuskan untuk membawa anak mereka kembali ke kampung halaman.
"Kami sempat ke rumah sakit Sangalah Denpasar Bali, dokter bilang harapan terakhir harus ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kami di Bali bisa saja melakukan operasi tetapi tidak menjamin kesehatan anak Yosefasania. Makanya dokter sarankan ke RS Harapan Kita Jakarta," ujar Anastasia.
Ia sangat berharap kepada pemerintah daerah Manggarai dan semua orang baik untuk dapat memberikan bantuan demi kesembuhan Yosefasania. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan anaknya bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan untuk pulih.