Perempuan di Bali Tewas Misterius di Kamar Kos dengan Luka di Pipi dan Leher
Polisi menyebut kematiannya tidak wajar dan perlu dilakukan otopsi.
Seorang perempuan bernama Cristiana Sari (41) ditemukan tewas di kamar indekosnya di Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.
Kapolsek Sukawati Kompol I Ketut Suaka Purnawasa mengatakan, korban ditemukan tewas pada Senin (5/1) pagi sekitar pukul 06:00 WITA.
"Untuk mengetahui penyebab kematian korban maka perlu dilakukan otopsi terhadap mayat korban. Dan melakukan pemeriksaan terhadap handphone korban maupun CCTV di seputaran TKP," kata Kompol Suaka, Senin (5/1) siang.
Dari hasil pemeriksaan tenaga medis di Puskesmas Sukawati, kematian korban tidak wajar, terdapat luka pada pipi yang sampai saat ini masih mengeluarkan darah namun belum dapat dipastikan penyebab luka tersebut.
Sudah Tewas Lebih dari 3 Hari
Kemudian, luka pada leher namun belum bisa dipastikan penyebab luka tersebut, apa karena pembusukan atau benda tajam. Dari kemaluan korban mengeluarkan darah dan korban tewas diperkirakan lebih dari 3 hari.
Selain itu, mayat korban sudah mengeluarkan belatung karena kondisi mayat yang sudah mulai membusuk. Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab luka-luka yang ada pada mayat korban. Sehingga jenazah korban dibawa ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, untuk dilakukan autopsi.
"Sehingga bisa dipastikan penyebab luka-luka tersebut. Kematian tidak wajar," imbuhnya.
Bau Tidak Enak
Kronologisnya, pada Senin (5/12) sekitar pukul 06.00 WITA, dari keterangan saksi bernama Ni Wayan Novi Trisnayanti mencium bau tidak enak dari salah satu kamar kos yang berada di lantai bawah atau lantai satu.
Saksi yang merasa curiga memberitahukan hal itu kepada suaminya bernama I Ketut Suputra dan saksi lainnya bernama I Ketut Tangsi Adnyana, untuk mengecek sumber bau tersebut.
Kemudian, sumber bau tercium di kamar kos korban, para saksi berusaha memanggil-manggil korban. Namun tidak ada jawaban sehingga pintu dibuka paksa dengan menggunakan mesin gerinda.
Setelah pintu terbuka diketahui korban sudah meninggal dunia dan sudah berbau, sehingga pemilik kos bernama I Ketut Suputra menghubungi Polsek Sukawati.
Kondisi Mayat Mengeluarkan Belatung
Dari hasil olah TKP, korban ditemukan tewas dalam keadaan tidur miring. Korban tidak menggunakan pakaian dan hanya menggunakan celana dalam saja. Kondisi mayat sudah bengkak atau lebam mayat dan mengeluarkan belatung. Dan, barang-barang korban dalam keadaan rapi tidak berserakan.
Tampat kos korban memiliki luas 170 meter persegi, terdapat bangunan bertingkat, di mana 3 kamar di lantai 1 dipergunakan untuk 3 kamar kos. Sedangkan di lantai 2 dipergunakan untuk tempat tinggal oleh tuan rumah, kamar kos ukuran 3x3,5 meter dengan dapur dan kamar mandi dalam. Kamar yangdi tempati korban merupakan kamar nomor 3 yang terletak paling selatan dan menghadap ke timur.
Dari keterangan saksi bernama Gede Indra Prakasa Harta Arya Kadjar, saksi sempat melihat korban pada tanggal 30 Desember 2025 sekitar pukul 12.00 WITA keluar kamar dengan menggunakan sepeda motornya merk Honda Vario dengan pelat nomor DK 3117 DW untuk berbelanja dan sekitar pukul 13.00 WITA kembali ke kamar kosnya.
Jarang Bergaul
Selain itu, korban diketahui tertutup dan jarang bergaul di lingkungan kos. Namun, di tanggal 30 Desember 2025 sekitar pukul 21.00 WITA, korban sempat dikunjungi oleh seseorang laki-laki yang menggunakan sepeda motor Honda Scoopy dan laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu sudah kurang lebih tiga kali berkunjung ke kos korban.
Dari keterangan saksi, pada tanggal 31 Desember 2025 sekitar pukul 19.00 WITA, dirinya bersama-sama dengan beberapa temannya mengadakan acara penyambutan tahun baru. Namun hingga dirinya selesai melakukan penyambutan malam tahun baru saksi tidak melihat korban keluar dari kamarnya.
Bekerja di Salon
"Sepengetahuan saksi tidak pernah mendengar suara gaduh maupun korban meminta tolong kepada tetangga kos lainnya," jelasnya.
Selain itu, dari keterangan saksi selama dirinya tinggal di kos tersebut, ada beberapa laki-laki sempat berkunjung ke korban. Namun yang terakhir adalah pengendara motor Scoopy tersebut.
Kemudian, dari keterangan saksi I Ketut Suputra yang merupakan pemilik kos, korban sudah tinggal di kos miliknya sejak tahun 2013. Korban jarang berinteraksi dengan tetangga kos maupun dirinya selaku tuan rumah.
"Korban diketahui bekerja di salah satu salon. Dan korban juga sempat menyatakan bahwa dirinya yatim piatu," ujarnya.