Turis Rusia Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Vila di Bali, Ada Bekas Muntah & Luka di Pelipis Kanan
Pihak kepolisian belum mengetahui penyebab korban meninggal dunia, dan telah meminta persetujuan otopsi ke pihak keluarga korban.
Seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia berinsial ZD (27) tewas di sebuah vila yang berlokasi di Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Pihak kepolisian belum mengetahui penyebab korban meninggal dunia, dan telah meminta persetujuan otopsi ke pihak keluarga korban.
"Dari pihak kepolisian sudah mengajukan permohonan untuk dilakukan otopsi ke rumah sakit, namun masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga korban," kata Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, saat dikonfirmasi, Kamis (16/10).
Korban diketahui meninggal dunia pada Rabu (15/10) kemarin sekitar pukul 12.00 WITA, di sebuah vila kamar nomor 105, yang berlokasi di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung.
Kronologi dari keterangan saksi Ni Made Yuniasih menerangkan, pada Senin (13/10) sekitar pukul 09.00 WITA, korban menghampiri saksi ke ruangan resepsionis yang berada di lantai dua untuk memperpanjang sewa kamar sampai Selasa (14/10).
"Dan korban langsung membayar uang sewa sejumlah Rp500 ribu dan setelah korban membayar korban langsung (ke lantai bawah)," imbuhnya.
Sementara, dari keterangan saksi Sunia Fajarahmah menerangkan, bahwa pada Selasa (14/10) karena korban sudah waktunya cekout sekira pukul 11.22 WITA, saksi sempat mengetuk-ngetuk pintu kamar korban, namun tidak ada jawaban dari korban dari dalam kamar hingga pukul 19.22 WITA.
Kemudian, saksi sempat beberapa kali menghampiri kamar korban untuk mengetuk-ngetuk pintu kamar korban namun tetap tidak ada jawaban dan pintu kamar korban masih dalam keadaan terkunci.
"Saat itu saksi melihat lampu kamar korban masih hidup yang dikira oleh saksi kalau korban sedang beristirahat di kamar," jelasnya.
Kemudian, dari keterangan saksi I Kadek Meisaputra menyampaikan, bahwa pada hari Rabu (15/10) sekira pukul 12.00 WITA bersama dengan temannya saksi Sunia Fajarahmah atas perintah manager hotel membuka kamar nomor 105 tempat korban menginap.
Selanjutnya, saksi membuka pintu kamar korban dengan menggunakan kunci serep dan ketika pintu kamar korban berhasil dibuka saksi tidak ada mencium bau. Namun, setelah membuka gorden pintu baru saksi mencium bau menyengat dan saksi berjalan ke arah timur atau tempat tidur dan dilihat korban sudah meninggal dunia dengan posisi telungkup tanpa busana di lantai dengan posisi kepala berada di utara.
"Bahwa setelah mengetahui tamu meninggal dunia yang menginap di kamar nomor 105, pihak vila kemudian menghubungi kepolisian guna penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Kemudian, dari hasil identifikasi dan olah TKP, korban diduga meninggal kurang lebih dua hari sebelum ditemukan, terdapat muntahan di kloset toilet, kotoran korban di depan pintu toliet dan di bawah kursi kamar. Selain itu, adanya genangan air kamar mandi di depan pintu kamar mandi, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Selain itu, ditemukan dua pcs autan yang telah dipakai, ditemukan botol vitamin dreamz, air mineral, makanan kuaci berserakan, terdapat luka di pelipis sebelah kanan.
"Untuk tentang keberadaan korban di Bali sejak kapan, secara pasti yang tahu adalah pihak imigrasi," ujarnya.