Seorang warga negara asing (WNA) asal Jepang ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/2). Insiden Penemuan Mayat WNA Jepang ini menggegerkan pihak hotel dan rombongan korban yang hendak melakukan kunjungan kerja. Pihak kepolisian dari Polsek Metro Gambir telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kematian.
Korban yang diketahui berinisial KH, berusia 59 tahun, ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur kamarnya sekitar pukul 07.57 WIB. Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya menjelaskan, "Korban berinisial KH (59), berjenis kelamin laki-laki, asal Jepang," dalam keterangannya pada Jumat. Penemuan jasad ini terjadi setelah beberapa upaya dilakukan untuk menghubungi korban yang tidak kunjung merespons.
Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan awal, termasuk pemeriksaan luar terhadap jasad korban. AKBP Agus Ady Wijaya juga menyatakan bahwa polisi telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia untuk penanganan lebih lanjut. Kasus Penemuan Mayat WNA Jepang ini kini dalam penanganan pihak berwajib untuk memastikan tidak ada unsur pidana.
Advertisement
Advertisement
Penemuan mayat WNA Jepang ini bermula saat saksi berinisial R (26), seorang agen travel, turun ke lobi hotel pada pukul 07.44 WIB. Saksi R hendak bertemu dengan pemandu wisata rombongan, namun diketahui masih ada tiga orang anggota rombongan yang belum siap, termasuk korban KH. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena rombongan memiliki jadwal kunjungan ke Suzuki Indomobil Tambun, Jawa Barat.
AKBP Agus Ady Wijaya menjelaskan, "Sekitar pukul 07.55 WIB, saksi R dan saksi berinisial S (petugas keamanan) beserta teman korban S menuju ke kamar korban, kemudian mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban." Situasi ini semakin meningkatkan kecurigaan dan kekhawatiran terhadap kondisi KH yang tidak memberikan respons.
Melihat tidak ada respons, saksi R kemudian meminta bantuan pihak hotel untuk membuka pintu kamar yang terkunci dari dalam. Dengan bantuan staf hotel, pintu kamar berhasil dibuka pada pukul 07.57 WIB. Saat itulah, KH ditemukan dalam kondisi tidak bergerak dan terlentang di tempat tidur, mengakhiri upaya pencarian yang dilakukan sebelumnya.
Advertisement
Advertisement
Setelah pintu kamar terbuka dan korban ditemukan tidak sadarkan diri, para saksi segera mengecek pernapasan korban melalui hidung. Namun, tidak ada respons yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan dari KH. Kejadian tragis ini segera dilaporkan kepada pihak manajemen hotel, yang kemudian meneruskan laporan tersebut kepada Polsek Metro Gambir.
AKBP Agus Ady Wijaya mengungkapkan, "Kemudian pukul 09.00 WIB, piket fungsi Polsek Metro Gambir tiba di TKP (tempat kejadian perkara) bersama tim Inafis atau Identifikasi Polres Metro Jakarta Pusat, melakukan olah TKP. Selanjutnya, sekitar pukul 10.30 WIB, korban dibawa ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo)." Proses olah TKP ini menjadi langkah krusial dalam Penemuan Mayat WNA Jepang untuk mencari petunjuk penyebab kematian.
Berdasarkan hasil pengecekan awal luar oleh tim identifikasi, "tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan" pada tubuh korban, kata Agus. Ini mengindikasikan bahwa kematian KH kemungkinan bukan disebabkan oleh tindakan kriminal. Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan autopsi guna mengetahui penyebab kematian yang pasti.
Advertisement
Advertisement
Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya juga menuturkan bahwa korban KH merupakan salah satu anggota rombongan berjumlah 24 orang. Rombongan ini diketahui memiliki agenda kunjungan atau visit ke Suzuki Indomobil Tambun, Jawa Barat. Informasi ini penting untuk memberikan konteks mengenai keberadaan korban di Jakarta.
Terkait insiden Penemuan Mayat WNA Jepang ini, pihak kepolisian telah mengambil langkah proaktif dengan berkoordinasi bersama Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Koordinasi ini bertujuan untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga korban dan memastikan proses penanganan jenazah serta administrasi lainnya berjalan sesuai prosedur. Langkah ini juga menunjukkan komitmen kepolisian dalam menangani kasus yang melibatkan warga negara asing.
Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menguak seluruh fakta di balik kematian KH. Hasil autopsi dari RSCM akan menjadi kunci utama dalam menentukan penyebab pasti kematian WNA Jepang tersebut. Masyarakat diharapkan untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews