WNA China Tenggelam di Bali, Polisi Duga Korban Tewas Akibat Berenang
Seorang warga negara asing (WNA) asal China ditemukan meninggal dunia di Pantai Canna, Kuta Selatan, Bali, diduga akibat tenggelam saat berenang. Insiden WNA China tenggelam di Bali ini sedang ditangani pihak kepolisian untuk memastikan penyebab kematian.
Denpasar – Seorang laki-laki berinisial LM (22), warga negara asing (WNA) asal China, ditemukan meninggal dunia di Pantai Canna, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Korban diduga kuat tenggelam saat berenang bersama rekannya di perairan tersebut pada Kamis (12/2) sekitar pukul 09.40 Wita. Insiden tragis ini menambah daftar kecelakaan laut yang melibatkan wisatawan di pulau Dewata.
Kepolisian Resor Kota Denpasar telah mengonfirmasi kejadian ini dan menduga penyebab kematian korban adalah karena tenggelam. Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra, menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak kepolisian kini sedang mendalami kasus ini untuk mengungkap kronologi lengkapnya.
Penemuan jenazah LM bermula dari laporan rekannya kepada seorang saksi yang bekerja di kawasan Pantai Canna Beach Club. Setelah menerima informasi tersebut, saksi segera melakukan pencarian dan menemukan korban dalam kondisi tertelungkup di dalam air. Kasus ini kini ditangani oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polresta Denpasar.
Kronologi Penemuan Tragis di Pantai Canna
Insiden meninggalnya WNA asal China ini terjadi pada Kamis (12/2) sekitar pukul 09.40 Wita, ketika korban sedang berenang bersama rekannya di Pantai Canna, Kuta Selatan. Awalnya, seorang tamu mendatangi saksi yang merupakan karyawan di Canna Beach Club dan melaporkan bahwa rekannya tenggelam. Laporan tersebut memicu upaya pencarian segera di sekitar lokasi kejadian.
Saksi, yang mendapatkan informasi dari rekan korban, langsung melakukan pencarian di seputaran pantai. Setelah sekitar 20 menit melakukan penyisiran, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di dalam air. Lokasi penemuan jenazah berjarak sekitar 20 meter dari bibir pantai dengan kedalaman air sekitar dua meter.
Setelah berhasil dievakuasi ke pinggir pantai, saksi bersama pimpinannya segera melaporkan kejadian tragis ini kepada pihak kepolisian. Penemuan ini mengejutkan banyak pihak, terutama mengingat popularitas Pantai Canna sebagai destinasi wisata. Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan cepat untuk penanganan lebih lanjut.
Penyelidikan Polisi dan Evakuasi Korban
Pihak kepolisian, melalui Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra, mengungkapkan bahwa pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Korban diperkirakan meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di Pantai Canna,” kata Iptu I Gede Adi Saputra di Denpasar, Jumat.
Meskipun demikian, insiden ini tetap ditangani secara serius oleh Sat Polairud Polresta Denpasar untuk memastikan tidak ada unsur lain di balik kematian korban. Penyelidikan mendalam akan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan bukti-bukti di lapangan. Pihak berwenang berupaya untuk memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti kematian WNA tersebut.
Setelah proses identifikasi awal dan pemeriksaan di lokasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Evakuasi dilakukan menggunakan ambulans dari Dinas Pariwisata Badung. Penanganan medis dan forensik akan dilakukan di rumah sakit untuk mendukung proses penyelidikan kepolisian.
Imbauan Keselamatan Bagi Wisatawan
Kejadian tenggelamnya WNA di Pantai Canna ini menjadi pengingat penting bagi para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan. Pantai-pantai di Bali, meskipun indah, memiliki karakteristik arus dan ombak yang bisa berubah sewaktu-waktu dan berbahaya bagi yang tidak familiar. Penting untuk selalu mematuhi rambu-rambu peringatan dan imbauan dari penjaga pantai atau petugas keamanan.
Wisatawan disarankan untuk tidak berenang sendirian, terutama di area yang tidak diawasi atau memiliki arus kuat. Menggunakan pelampung atau alat bantu apung lainnya juga sangat dianjurkan, khususnya bagi mereka yang kurang mahir berenang. Kesadaran akan kondisi fisik dan batas kemampuan diri saat berenang di laut lepas adalah kunci untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.
Selain itu, penting untuk menghindari konsumsi alkohol atau obat-obatan yang dapat memengaruhi kesadaran dan kemampuan fisik sebelum atau saat beraktivitas di air. Pihak berwenang dan pengelola destinasi wisata terus berupaya meningkatkan standar keamanan, namun peran serta dan kewaspadaan individu tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan diri.
Sumber: AntaraNews