Polisi Ungkap Hasil Visum Wisatawan Tenggelam di Sabang, Tak Ada Tanda Kekerasan
Tragedi menimpa seorang wisatawan asal Banda Aceh yang tenggelam saat snorkeling di Pulau Rubiah, Sabang. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada jenazah korban Wisatawan Tenggelam Sabang.
Polres Sabang telah mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh M Raisul Abrar (18), wisatawan asal Kota Banda Aceh yang meninggal dunia akibat tenggelam. Insiden tragis ini terjadi saat korban sedang berenang atau snorkeling di perairan Pulau Rubiah, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue, Sabang, Aceh pada Minggu, 29 Maret. Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, menyatakan hasil visum et repertum menunjukkan tidak ada luka atau tanda kekerasan pada jenazah.
M Raisul Abrar, seorang pelajar dari Desa Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, datang ke Sabang bersama sembilan rekannya. Mereka berencana menikmati aktivitas snorkeling di pinggiran pantai Pulau Rubiah. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat luas.
Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Kapolres Sabang juga menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas di laut. Imbauan ini ditujukan kepada seluruh wisatawan dan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan lingkungan bahari.
Kronologi Kejadian Tragis Wisatawan Tenggelam di Pulau Rubiah
Peristiwa nahas ini bermula ketika korban dan rombongannya berangkat menuju Pulau Rubiah menggunakan perahu sewaan sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan snorkeling. Setibanya di lokasi, korban bersama rekan-rekannya langsung turun ke laut dengan mengenakan perlengkapan snorkeling lengkap, termasuk kacamata selam, pelampung, dan sepatu katak.
Sekitar pukul 08.45 WIB, rekan-rekan korban yang telah kembali ke permukaan menyadari M Raisul Abrar tidak terlihat. Mereka segera melakukan pencarian di sekitar area snorkeling. Lima menit kemudian, korban ditemukan mengambang dalam posisi telungkup sekitar satu meter dari bibir pantai, dengan kedalaman air kurang lebih 50 sentimeter.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan perlengkapan snorkeling namun dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dari mulutnya keluar busa, menandakan adanya masalah pernapasan. Seorang pemandu wisata bernama Jabar dengan sigap memberikan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (CPR).
Dari mulut korban sempat keluar pasir bercampur air saat diberikan CPR, sebelum akhirnya dievakuasi ke Puskesmas Iboih. Sayangnya, setelah mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Tidak ada luka yang ditemukan pada tubuh korban saat pemeriksaan awal.
Hasil Visum dan Sikap Keluarga Korban Wisatawan Tenggelam Sabang
Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, menegaskan bahwa hasil visum et repertum yang telah dilakukan secara menyeluruh tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh M Raisul Abrar. Hal ini mengindikasikan bahwa penyebab kematian murni karena tenggelam. Penemuan ini memberikan kejelasan mengenai insiden yang menimpa wisatawan tersebut.
Keluarga korban, yang telah menerima kabar duka ini, menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah. Mereka juga telah membuat surat pernyataan tidak keberatan terkait insiden ini. Jenazah korban kemudian diberangkatkan ke kampung halamannya di Kota Banda Aceh menggunakan KMC Express Bahari 2F sekitar pukul 12.28 WIB pada hari yang sama.
Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan kenyamanan di kawasan wisata bahari Sabang. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap insiden ini dan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Keamanan wisatawan menjadi prioritas utama bagi pengelola wisata di Sabang.
Imbauan Keselamatan dari Polres Sabang untuk Wisatawan
Dalam kesempatan ini, Kapolres Sabang AKBP Sukoco menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan kembali pentingnya faktor keselamatan saat beraktivitas di laut. “Peristiwa ini menjadi perhatian kita bersama agar lebih mengutamakan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas di laut, khususnya snorkeling,” ujarnya.
Kapolres mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar selalu menggunakan perlengkapan yang sesuai standar keselamatan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya untuk tidak berenang atau snorkeling sendirian. Pengawasan dari pemandu wisata atau petugas setempat sangat diperlukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
AKBP Sukoco menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna meningkatkan pengawasan dan keamanan di seluruh kawasan wisata bahari di Kota Sabang. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Sabang tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi para pengunjung. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan di perairan Sabang.
Sumber: AntaraNews