Seorang remaja berinisial MA (12) ditemukan tewas di Danau Cincin, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, baru-baru ini. Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Priok telah memastikan bahwa insiden tragis ini murni akibat tenggelam.
Hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro, pada Kamis lalu.
Pihak kepolisian menduga korban tercebur ke dalam danau dan tidak mampu menyelamatkan diri karena tidak bisa berenang. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi warga sekitar dan aparat berwenang untuk meningkatkan pengawasan di area danau tersebut.
Advertisement
Advertisement
AKP Handam Samudro menjelaskan bahwa tim identifikasi dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara turut dilibatkan dalam proses olah TKP. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan setiap detail kejadian terungkap dengan jelas dan akurat.
"Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi bersama tim identifikasi Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban," kata AKP Handam Samudro di Jakarta, Kamis.
Pernyataan ini menguatkan dugaan awal bahwa kematian MA adalah murni kecelakaan. Tidak adanya tanda kekerasan menjadi poin penting dalam mengeliminasi kemungkinan tindak pidana dalam insiden tenggelamnya remaja tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kronologi kejadian terungkap dari keterangan saksi berinisial GRP yang berada di sekitar lokasi. Saksi GRP menuturkan bahwa dirinya mendengar teriakan anak-anak kecil yang meminta tolong karena ada seseorang yang tenggelam di danau.
Beberapa saat kemudian, saksi menghampiri sumber suara dan mendapati korban MA sudah berhasil diangkat dari dalam Danau Cincin. Proses pengangkatan ini dilakukan oleh teman-teman korban bersama warga sekitar yang sigap memberikan pertolongan.
Saksi GRP sempat mencoba memberikan pertolongan pertama kepada korban, namun tidak ada respons. Kondisi korban yang sudah tidak bergerak membuat warga segera mengambil tindakan lebih lanjut untuk menyelamatkan nyawanya.
Advertisement
Advertisement
Setelah diangkat dari danau, korban bersama saksi dan beberapa warga langsung dibawa menggunakan angkutan kota menuju Puskesmas Tanjung Priok. Upaya ini dilakukan dengan harapan korban masih bisa diselamatkan oleh tenaga medis.
Namun, sesampainya di Puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Untuk proses lebih lanjut, jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan visum. Visum ini penting untuk mengkonfirmasi penyebab kematian secara medis dan melengkapi berkas penyelidikan polisi.
Petugas kepolisian juga terus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lain yang berada di lokasi kejadian. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan seluruh aspek kejadian terungkap secara transparan dan akuntabel.
Advertisement
Sumber: AntaraNews