Seorang santri bernama Awwalul Yurid Tauhid (19) dilaporkan hilang setelah terseret arus kencang saat berenang di Pantai Cibaru, Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Insiden tragis ini terjadi pada hari Rabu, 24 September, sekitar pukul 17.30 WIB, memicu keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat dan pihak berwenang.
Korban, yang merupakan santri dari Pesantren Tahfidz Kejuruan Irmansofran di Desa Tambang Ayam, diketahui berasal dari Pattallassang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Awwalul bersama sepuluh rekannya tiba di pantai sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung memutuskan untuk berenang di area tersebut.
Komandan Regu (Danru) Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa sekitar setengah jam setelah mereka berenang, Awwalul terbawa arus deras. "Korban terbawa arus dan sempat meminta tolong sebelum hilang," kata Taufik, mengklasifikasikan kejadian ini sebagai kecelakaan laut yang disebabkan oleh kelalaian manusia (human error).
Advertisement
Advertisement
Insiden santri hilang terseret arus di Anyer ini bermula ketika Awwalul Yurid Tauhid dan rekan-rekannya tiba di Pantai Cibaru pada sore hari. Mereka memutuskan untuk berenang, namun tanpa disadari, kondisi arus laut saat itu cukup kuat dan berbahaya. Kelalaian dalam mengantisipasi kondisi air menjadi faktor utama dalam peristiwa nahas ini.
Sekitar pukul 17.30 WIB, arus kencang tiba-tiba menyeret Awwalul menjauh dari tepi pantai. Rekan-rekan korban dan beberapa saksi mata melihatnya berjuang melawan derasnya arus dan sempat melambaikan tangan meminta pertolongan. Sayangnya, upaya penyelamatan mandiri tidak berhasil, dan Awwalul akhirnya menghilang dari pandangan.
Menindaklanjuti laporan kejadian, tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk memulai operasi pencarian dan pertolongan. Tim SAR BPBD Kabupaten Serang dengan cepat berkoordinasi dengan Basarnas Banten untuk menyusun strategi pencarian yang efektif. Upaya awal difokuskan pada penyisiran darat di sepanjang garis pantai Cibaru.
Advertisement
Pencarian awal ini melibatkan personel dari berbagai instansi, termasuk Polairud Polda Banten dan Lanal Banten, yang memiliki keahlian dalam operasi di perairan. Mereka berupaya mengidentifikasi potensi jejak atau tanda-tanda keberadaan korban di sekitar area hilangnya. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam respons cepat ini.
Advertisement
Proses pencarian santri hilang terseret arus di Anyer terus diintensifkan oleh tim gabungan. Selain SAR BPBD Kabupaten Serang dan Basarnas Banten, operasi ini juga melibatkan Polsek Anyer dan Koramil Anyer untuk dukungan keamanan dan logistik di darat. Kolaborasi ini memastikan cakupan area pencarian yang lebih luas dan terorganisir.
Tidak hanya dari unsur pemerintah dan militer, Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) setempat juga turut serta dalam operasi penyelamatan ini. Kehadiran Balawista sangat membantu mengingat pengalaman mereka dalam penanganan insiden di pantai. Masyarakat setempat pun menunjukkan solidaritas dengan ikut membantu proses pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, korban Awwalul Yurid Tauhid masih dalam pencarian oleh tim gabungan. Penyisiran darat di sepanjang garis pantai terus dilakukan secara menyeluruh. Jika kondisi memungkinkan, tim juga akan mempertimbangkan penyisiran laut untuk memperluas area pencarian dan meningkatkan peluang penemuan korban.
Advertisement
Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta arus laut saat beraktivitas di pantai. Tragedi santri hilang terseret arus di Anyer ini menjadi pengingat penting akan bahaya yang mungkin timbul di perairan terbuka, terutama saat arus sedang kuat.
Sumber: AntaraNews