Pengamat Nilai Perintah Siaga Satu Panglima TNI Terkait Perang AS-Israel Vs Iran
Ketegangan di wilayah Teluk merupakan faktor yang paling berpengaruh.
Instruksi Siaga 1 yang dikeluarkan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dianggap sebagai langkah yang tepat dan tidak berlebihan. Langkah ini dinilai wajar mengingat kondisi global yang semakin memanas saat ini.
Hal ini disampaikan oleh Beni Sukadis, seorang pengamat militer dari Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi). Menurutnya, perintah ini dikeluarkan setelah munculnya tanda-tanda keamanan yang menunjukkan potensi situasi yang memburuk di luar negeri, yang dapat berdampak pada stabilitas domestik.
"Perintah Siaga 1 itu sesuatu yang normal ketika ada indikator keamanan nasional yang mengarah pada situasi yang memburuk di luar negeri," saat dihubungi oleh Liputan6.com pada Minggu (8/3/2026).
Ia juga menyoroti ketegangan di kawasan Teluk sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan ini. Banyak warga negara Indonesia yang bekerja di negara-negara Arab, sehingga keselamatan mereka menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Dalam situasi konflik, pemerintah mungkin perlu mengerahkan aset militer untuk melakukan operasi penyelamatan.
"Biasanya akan ada pengerahan aset TNI (kapal terbang transportasi dan sebagainya) dalam operasi evakuasi," ujarnya.
Selain itu, Beni juga menekankan potensi dampak ekonomi yang dapat timbul akibat konflik di Timur Tengah. Gangguan pasokan energi dari kawasan tersebut dapat mempengaruhi harga energi global.
Jika pasokan gas dan minyak dari Teluk terhambat, harga energi di seluruh dunia bisa melonjak, yang berisiko menekan ekonomi masyarakat dalam negeri.
"Kenaikan harga gas/minyak dunia karena pasokan yang terhenti, terutama gas dari Qatar dan negara Arab lainnya, akan membuat ekonomi masyarakat yang sedang tidak baik-baik saja makin tertekan dan menimbulkan keresahan masyarakat," pungkasnya.
Tingkatkan Patroli di Lokasi-Lokasi Penting
Selain faktor ekonomi, ketegangan dalam politik global juga semakin meningkat. Serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dianggap telah menciptakan ketidakpastian dalam situasi geopolitik.
"Serangan AS-Israel secara unilateral ke Iran membuat politik global tidak menentu dan meningkatkan ketidakpercayaan pada AS, karena banyak masyarakat melihat betapa AS-Israel melanggar hukum internasional (dan piagam PBB) yaitu menyerang negara berdaulat tanpa alasan yang jelas," ungkapnya.
Menurut Beni, situasi ini dapat memicu kemarahan dari kelompok-kelompok tertentu. Ia memperingatkan bahwa ada kemungkinan kelompok radikal atau jaringan teroris akan mencoba menyerang kepentingan Amerika Serikat atau sekutunya.
Target yang berisiko antara lain adalah kedutaan besar dan objek vital yang terkait dengan negara tersebut.
"Serangan ke Iran menjadi amunisi atau mungkin mendorong kelompok-kelompok radikal/teroris domestik berupaya menyerang kepentingan AS terutama Kedubes dan objek vital lainnya yang dioperasikan AS atau sekutunya," tambahnya.
Oleh karena itu, tindakan TNI yang meningkatkan patroli di objek vital dan kawasan diplomatik dianggap sebagai langkah pencegahan yang penting.
"Hal di atas menjadi pertimbangan pemerintah (TNI) untuk meningkatkan kewaspadaan dini dengan Siaga 1 demi mengamankan WNI di luar negeri serta instansi/objek vital dalam negeri," tutupnya.
Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri
Dia menyatakan bahwa koordinasi antara TNI, Kementerian Luar Negeri, dan atase pertahanan sangat penting dalam merencanakan evakuasi WNI dari daerah yang sedang konflik.
"Dengan koordinasi antar instansi (AThan, Kemlu, dan lain-lain) menjadi krusial ketika operasi penyelematan/evakuasi dilakukan di luar negeri terutama membuat lis warga negara yang tinggal di negara Timur Tengah/Teluk," tandas dia.
Menurutnya, kerjasama yang solid antar lembaga tersebut akan memastikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar dan terencana. Hal ini sangat penting untuk mengidentifikasi dan mendata warga negara yang berada di kawasan yang berisiko tinggi, sehingga tindakan yang tepat dapat diambil dengan cepat.