Pengamanan Persela: Tahukah Anda, Polres Lamongan Gelar Workshop Jelang Championship 2025/2026?
Panitia Pelaksana Persela Lamongan dan Polres Lamongan bersinergi menyiapkan pengamanan ketat jelang Championship 2025/2026. Bagaimana strategi mereka menjaga kondusifitas pertandingan?
Panitia Pelaksana (Panpel) Persela Lamongan bersama jajaran Polres Lamongan telah menggelar workshop dan rapat koordinasi penting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengamanan pertandingan sepak bola yang akan datang. Persiapan matang ini dilakukan menjelang bergulirnya kompetisi Championship 2025/2026 yang sangat dinanti-nantikan oleh para penggemar setia.
Inisiatif strategis ini berlangsung di Lamongan, Jawa Timur, dengan fokus utama menciptakan iklim pertandingan yang aman dan kondusif. Ketua Panpel Persela, Mahfud Syafii, secara khusus menekankan pentingnya dukungan penuh dari Kapolres Lamongan serta seluruh jajarannya. Sinergi antara klub dan kepolisian ini dianggap krusial demi kelancaran dan keamanan setiap laga yang akan datang di Stadion Surajaya.
Laga perdana Persela di Championship dijadwalkan pada 15 September 2025, di mana mereka akan menjamu Deltras Sidoarjo. Namun, pertandingan pembuka musim ini akan digelar tanpa kehadiran penonton. Keputusan ini diambil karena tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut masih menjalani sanksi yang harus dipatuhi secara penuh sebagai konsekuensi dari insiden sebelumnya.
Sinergi Panpel dan Polres untuk Keamanan Pertandingan
Mahfud Syafii menegaskan bahwa dukungan dari aparat kepolisian sangat vital bagi kelangsungan kompetisi sepak bola nasional. Ia menyebut Persela sebagai ikon kebanggaan bagi masyarakat Lamongan yang harus dijaga bersama-sama. Oleh karena itu, menciptakan dan menjaga kondusifitas pertandingan menjadi tanggung jawab kolektif semua pihak terkait, termasuk suporter.
"Persela sudah menjadi ikon Lamongan, mari kita jaga bersama," ujar Mahfud Syafii dalam pernyataannya yang dikutip. Ia menambahkan, "Tentu butuh kerja sama semua pihak agar tercipta kondusifitas di setiap laga." Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Panpel dalam memastikan keamanan dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung.
Meskipun laga perdana harus berlangsung tanpa penonton, Panpel Persela berharap sanksi yang dijalani ini dapat memberikan pelajaran berharga bagi semua pihak. Mereka juga berharap bahwa dengan mematuhi sanksi yang ada, Persela bisa mendapatkan keringanan di masa depan. Ini adalah bagian dari upaya klub untuk terus berbenah dan menjaga citra positif di mata publik sepak bola Indonesia.
Peningkatan Kapasitas Pengamanan Berbasis Regulasi
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Lamongan, Kompol Budi Santoso, turut memberikan materi penting dalam workshop yang diselenggarakan. Materi yang disampaikan berfokus pada Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022. Regulasi ini secara spesifik mengatur tentang Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga di Indonesia, termasuk sepak bola.
Dalam paparannya, Kompol Budi menjelaskan secara detail alur pengamanan sepak bola yang efektif dan terstruktur sesuai standar nasional. Ia juga membahas metode identifikasi potensi gangguan keamanan yang mungkin timbul selama pertandingan, seperti kerusuhan atau tindakan anarkis. Selain itu, skema kontinjensi atau rencana darurat bila terjadi kerusuhan juga menjadi fokus utama pembahasan untuk diantisipasi.
"Dengan pemahaman yang komprehensif ini, petugas pengamanan tidak akan ragu dalam mengambil tindakan," kata Kompol Budi Santoso. Ia menekankan bahwa petugas akan siap bertindak secara sigap dan tepat, baik pada situasi hijau, kuning, maupun merah sesuai tingkat ancaman. Hal ini menjamin respons yang cepat dan terkoordinasi dalam berbagai kondisi yang mungkin terjadi di lapangan.
Kegiatan workshop dan koordinasi ini merupakan bagian integral dari komitmen bersama antara Panpel Persela dan Polres Lamongan. Tujuannya adalah untuk menjaga iklim pertandingan yang aman dan profesional di Lamongan. Lebih lanjut, upaya ini juga bertujuan untuk memperkuat nama besar Persela di kancah sepak bola nasional sebagai klub yang menjunjung tinggi ketertiban dan sportivitas.
Diharapkan dengan adanya peningkatan kapasitas pengamanan ini, seluruh pertandingan Persela di Championship 2025/2026 dapat berjalan lancar. Keamanan dan kenyamanan seluruh elemen yang terlibat, mulai dari pemain, ofisial, hingga penonton di masa mendatang, menjadi prioritas utama. Ini juga menunjukkan keseriusan Lamongan dalam mendukung perkembangan sepak bola yang positif.
Sumber: AntaraNews