Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, menyatakan sulit menerima kekalahan timnya dari Persijap Jepara. Laga lanjutan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 ini berakhir dengan skor tipis 1-2. Pertandingan tersebut berlangsung sengit di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Sabtu (11/4) kemarin.
Kekalahan ini sangat mengejutkan bagi Bhayangkara yang sebelumnya meraih enam kemenangan beruntun di liga. Tren positif mereka harus terhenti secara dramatis di tangan Laskar Kalinyamat. Hasil pahit ini jelas menjadi pukulan telak bagi skuad berjuluk The Guardians.
Munster secara khusus menyoroti serangkaian kesalahan individual yang dilakukan para pemainnya. Kesalahan tersebut berujung pada dua gol yang bersarang ke gawang Bhayangkara. Timnya kini bertekad melakukan introspeksi mendalam untuk menghadapi laga selanjutnya.
Advertisement
Advertisement
Bhayangkara Presisi Lampung FC harus kebobolan gol cepat saat pertandingan baru berjalan kurang dari 30 detik. Bek andalan Slavko Damjanovic melakukan kesalahan fatal di awal laga yang krusial. Situasi ini langsung dimanfaatkan Borja Herrera untuk mencetak gol pembuka bagi Persijap Jepara. Gol cepat tersebut langsung mengubah dinamika permainan.
Kesalahan individual kembali terjadi menjelang akhir babak pertama yang merugikan Bhayangkara. Kali ini giliran Moises yang melakukan blunder di kotak penalti timnya. Sudi Abdallah berhasil mencuri bola dengan sigap dan menggandakan keunggulan Persijap pada menit ke-45. Dua gol ini berasal dari kesalahan yang bisa dihindari.
Harapan Bhayangkara untuk bangkit semakin menipis setelah Dendy Sulistyawan diganjar kartu merah. Insiden ini terjadi pada menit ke-75 pertandingan, membuat Bhayangkara harus bermain dengan 10 pemain. Bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap tentu menyulitkan upaya mereka mengejar ketertinggalan skor.
Advertisement
Meskipun demikian, The Guardians sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Moussa Sidibe. Gol tersebut tercipta pada menit ke-90, menjadi gol kesembilan Sidibe dalam 10 penampilan terakhirnya bersama Bhayangkara. Sayangnya, satu gol ini tidak cukup untuk mengubah hasil akhir laga dan meraih poin penuh.
Advertisement
Paul Munster Bhayangkara mengungkapkan kekecewaannya mendalam atas hasil pertandingan ini. "Kami kebobolan 2 gol. Kami mencoba membalikkan keadaan untuk comeback, akhirnya kami cetak satu gol. Tapi ternyata kami tidak mampu meraih kemenangan hari ini. Hasil yang sulit untuk diterima,” kata Munster, dikutip dari laman resmi I.League.
Pelatih asal Irlandia Utara itu mengakui bahwa timnya perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Kesalahan-kesalahan yang terjadi harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemain. Wahyu Subo Seto juga menambahkan, "Kami akan introspeksi diri untuk pertandingan selanjutnya.” Fokus utama kini adalah memperbaiki performa tim secara kolektif.
Kekalahan ini membuat posisi Bhayangkara tertahan di peringkat kelima klasemen sementara BRI Super League. Mereka gagal naik ke posisi keempat dan kini mengoleksi 44 poin dari 27 pertandingan. Ini tentu menjadi motivasi tambahan bagi Paul Munster Bhayangkara untuk segera bangkit dan meraih hasil positif di laga berikutnya.
Advertisement
Bhayangkara Presisi Lampung FC akan segera melakoni laga kandang berikutnya di hadapan para pendukungnya. Mereka dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada Jumat (17/4) pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan penting untuk kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki posisi di klasemen.
Sumber: AntaraNews