Pemkot Tanjungpinang Siapkan Bantuan Air Bersih Berkelanjutan untuk Warga Terdampak Kemarau
Pemkot Tanjungpinang sigap menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau panjang, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi di tengah kekeringan yang masih berlangsung sejak awal tahun 2026.
Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berkomitmen penuh dalam menyediakan layanan bantuan air bersih bagi warganya. Langkah ini diambil menyusul dampak kekeringan yang diakibatkan oleh musim kemarau panjang yang telah berlangsung sejak awal tahun 2026. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi warga menengah ke bawah, serta fasilitas umum dan rumah ibadah.
Untuk memudahkan akses masyarakat terhadap bantuan ini, Pemkot Tanjungpinang telah menyediakan saluran komunikasi khusus. Warga yang membutuhkan pasokan air bersih dapat menghubungi Call Center di nomor 0821-7325-5567. Inisiatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan krusial yang dihadapi penduduk di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan bahwa pemerintah kota hadir untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih selama musim kemarau. Distribusi bantuan air bersih Tanjungpinang ini telah dilakukan secara berkelanjutan sejak beberapa bulan terakhir melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan ketersediaan air bersih tetap terjaga.
Komitmen Pemkot dan Layanan Bantuan Air Bersih Tanjungpinang
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, memastikan komitmen pemerintah kota untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Bantuan air bersih ini tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga melayani pemenuhan kebutuhan air untuk rumah ibadah serta fasilitas umum yang terdampak kekeringan. “Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, silakan menghubungi Call Center di nomor 0821-7325-5567,” kata Lis, Sabtu.
Layanan Call Center ini menjadi jembatan utama bagi warga untuk mengajukan permohonan bantuan air. Dengan adanya nomor kontak yang jelas, diharapkan proses penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Pemkot Tanjungpinang berupaya memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan akses terhadap air bersih, sebuah kebutuhan esensial yang sangat vital selama musim kemarau.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot Tanjungpinang telah menyalurkan bantuan air bersih secara berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah terhadap kondisi kekeringan. Ketersediaan air bersih yang memadai menjadi prioritas utama untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga.
Distribusi dan Statistik Penyaluran Air Bersih
Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, mengungkapkan data penyaluran air bersih yang signifikan. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, BPBD telah mendistribusikan total 611,9 ton air bersih melalui 114 kali pengiriman. Penyaluran ini menjangkau hampir 18 kelurahan di wilayah setempat, menunjukkan skala operasi yang luas dalam mengatasi krisis air.
Penyaluran bantuan air bersih terus berlanjut hingga Maret 2026, dengan tambahan sekitar 50 ton air yang telah didistribusikan. Wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur menjadi penerima terbanyak, dengan hampir 30 ton air bersih disalurkan ke sana. Data ini menggarisbawahi fokus BPBD pada area-area yang paling membutuhkan.
Yamin menegaskan bahwa distribusi air bersih akan terus dilaksanakan selama musim kemarau belum berakhir dan masyarakat masih membutuhkan. “Selama musim kemarau belum berakhir dan masyarakat masih membutuhkan, BPBD akan terus melaksanakan pendistribusian air bersih,” jelas Yamin. Komitmen ini memberikan jaminan bagi warga bahwa bantuan akan terus tersedia selama diperlukan.
Mekanisme Pengajuan dan Wilayah Terdampak
Mekanisme pengajuan distribusi air bersih dirancang secara bertahap untuk memastikan efisiensi dan akuntabilitas. Masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui laporan RT dan RW setempat, yang kemudian akan diteruskan ke kelurahan. Selanjutnya, kelurahan akan mengajukan permohonan tersebut ke BPBD untuk proses distribusi.
Beberapa wilayah di Tanjungpinang kerap mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau panjang. Wilayah-wilayah tersebut antara lain:
- Kelurahan Kampung Bugis
- Kelurahan Senggarang
- Kelurahan Batu Sembilan
- Kelurahan Batu Delapan
- Kelurahan Pinang Kencana
- Serta sejumlah kawasan permukiman lainnya
Identifikasi wilayah-wilayah rawan ini memungkinkan BPBD untuk memprioritaskan dan mengalokasikan sumber daya secara lebih strategis. Dengan demikian, bantuan air bersih dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan secara cepat dan tepat.
Dukungan Logistik dan Imbauan Hemat Air
Dalam operasionalnya, BPBD Tanjungpinang mengerahkan berbagai armada untuk distribusi air bersih. Satu unit truk tangki berkapasitas lima ton, kendaraan Hilux dua ton, serta mobil L300 berkapasitas satu ton dengan tandon tambahan digunakan untuk mengangkut air. Armada ini memastikan kapasitas angkut yang memadai untuk memenuhi kebutuhan berbagai wilayah.
Distribusi bantuan air bersih juga mendapat dukungan signifikan dari Dinas Sosial Tanjungpinang dan BPBD Provinsi Kepri. Dukungan ini mencakup penambahan kapasitas hingga 15 ton air, memperkuat upaya penyaluran yang dilakukan BPBD Kota. “Sumber air diperoleh dari sumur milik BPBD, pasokan wilayah Tanjung Moco, serta dukungan PDAM Sungai Pulai melalui koordinasi lintas perangkat daerah,” papar Yamin.
Pemkot Tanjungpinang juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak selama musim kemarau berlangsung. Penghematan air menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan sumber daya ini. Masyarakat juga didorong untuk segera melapor apabila mengalami kesulitan air bersih agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Sumber: AntaraNews