Pemkot Kediri Gencarkan Pemeriksaan Kendaraan Jelang Libur Panjang Imlek 2026
Pemerintah Kota Kediri intensifkan pemeriksaan kendaraan di Terminal Tamanan menjelang libur panjang Imlek 2026, memastikan kelaikan operasional angkutan umum demi keselamatan penumpang.
Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif dengan menggelar pemeriksaan kendaraan di Terminal Tamanan. Kegiatan ini dilakukan menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Inisiatif ini bertujuan utama untuk memastikan seluruh angkutan umum yang beroperasi dalam kondisi laik jalan dan aman bagi penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian integral dari Operasi Keselamatan Semeru. Fokus utama adalah mengantisipasi lonjakan arus penumpang selama cuti bersama Imlek 2026. Pemeriksaan menyeluruh ini mencakup bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang melintas di terminal.
Kegiatan ramp check ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 12 hingga 13 Februari 2026. Lokasi pelaksanaannya terpusat di Terminal Tamanan, Kota Kediri. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang akan menggunakan transportasi umum selama periode liburan.
Tiga Aspek Utama Pemeriksaan dan Temuan Awal
Pemeriksaan kendaraan yang dilakukan oleh Pemkot Kediri difokuskan pada tiga aspek krusial untuk menjamin keamanan perjalanan. Aspek pertama adalah kesehatan pengemudi dan kru angkutan, yang meliputi pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah. Hal ini penting untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima saat bertugas.
Aspek kedua adalah kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi, seperti STNK, SIM, dan Kartu Pengawasan (KPS). Sementara itu, aspek ketiga mencakup kondisi fisik kendaraan, termasuk fungsi rem, wiper, lampu utama, lampu sein, dan kondisi ban. Seluruh komponen ini harus berfungsi optimal demi keselamatan.
Pada hari pertama pelaksanaan pemeriksaan, sebanyak 10 bus AKAP dan AKDP telah diperiksa secara menyeluruh. Dari jumlah tersebut, sembilan unit bus dinyatakan laik jalan dan memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan. Namun, satu unit bus dinyatakan tidak laik jalan karena Kartu Pengawasan (KPS) yang tidak berlaku dan menerima surat peringatan dari Terminal Patria Blitar.
Petugas medis juga menemukan dua pengemudi bus yang mengalami hipertensi dari hasil tes kesehatan. Kondisi ini menjadi perhatian serius, dan pihak Dinas Perhubungan mengimbau pengemudi yang tidak sehat untuk beristirahat. “Jika ada kendala kesehatan pada pengemudi, kami imbau untuk beristirahat, sedangkan dari segi kelengkapan kendaraan kami minta segera diperbaiki, dan terkait administrasi kendaraan akan dilakukan tindakan tilang oleh pihak terkait,” ujar Arief Cholisudin.
Peningkatan Kepatuhan dan Imbauan Keselamatan Berkendara
Arief Cholisudin mengamati adanya peningkatan kepatuhan dari pengemudi angkutan umum selama Operasi Keselamatan 2026 berlangsung. Peningkatan ini merupakan hasil dari pengawasan dan penindakan intensif yang dilakukan petugas untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Upaya ini diharapkan terus berlanjut demi menciptakan lalu lintas yang lebih aman.
Kanit Keamanan dan Keselamatan Polres Kediri Kota, Iptu Mujani, menegaskan bahwa pemeriksaan kendaraan adalah kebutuhan vital untuk kelancaran dan keamanan perjalanan. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, saya yakin kondisi kendaraan khususnya yang melintas di Kota Kediri akan semakin baik sehingga perjalanan menjadi lebih aman,” ujarnya. Ia meyakini bahwa kegiatan semacam ini akan meningkatkan kondisi kendaraan yang melintas di Kota Kediri, sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.
Selama operasi, Polres Kediri Kota juga telah memberikan sanksi kepada 16 bus yang terbukti melanggar rambu dan marka jalan. Penindakan ini menunjukkan komitmen aparat dalam menegakkan aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Edukasi dan penindakan diharapkan dapat menjamin keselamatan serta kenyamanan penumpang angkutan umum di Kediri, terutama saat menghadapi lonjakan mobilitas.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat menggunakan transportasi umum, khususnya menjelang libur panjang Imlek dan memasuki bulan Ramadhan. Peningkatan arus lalu lintas diperkirakan akan terjadi, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan. Masyarakat juga diminta untuk tidak ragu menegur atau melaporkan pengemudi angkutan yang ugal-ugalan kepada petugas terminal atau Dinas Perhubungan setempat.
Sumber: AntaraNews