Terminal Bus Mandala Lebak Gencarkan Ramp Check Lebaran 2026 Demi Keselamatan Pemudik
Menjelang Lebaran 2026, Terminal Bus Mandala Lebak intensifkan Ramp Check Lebaran 2026 pada bus AKAP serta pemeriksaan kesehatan pengemudi untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik.
Terminal Bus Mandala Kabupaten Lebak, Banten, secara gencar melaksanakan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Pemeriksaan ini dilakukan setiap hari menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026 untuk menjamin kelayakan operasional kendaraan. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap bus yang mengangkut pemudik memenuhi standar keselamatan.
Kepala Terminal Bus Mandala Rangkasbitung, Muksin, menegaskan bahwa pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memastikan semua bus laik beroperasi. Sebanyak 61 unit armada disiapkan untuk angkutan Lebaran, sehingga kondisi kendaraan harus prima. Perlindungan keselamatan jiwa pemudik menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemeriksaan.
Selain pemeriksaan fisik kendaraan, pengemudi dan awak bus AKAP juga menjalani pemeriksaan kesehatan komprehensif. Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak serta Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Banten turut terlibat. Hal ini dilakukan untuk memastikan para pengemudi bebas dari pengaruh zat terlarang dan dalam kondisi fit selama perjalanan.
Ramp Check Kendaraan Menyeluruh
Inspeksi keselamatan bus AKAP di Terminal Bus Mandala dilaksanakan oleh tim pengujian kendaraan bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Provinsi Banten. Pemeriksaan ini mencakup kelengkapan surat kendaraan hingga pengecekan fisik secara mendetail. Setiap aspek kendaraan diperiksa secara cermat untuk mengidentifikasi potensi masalah.
Beberapa kriteria yang menjadi fokus utama dalam ramp check meliputi kondisi visual kendaraan, ban, rem, wiper, lampu, dan pemecah kaca. Semua komponen vital ini harus berfungsi optimal demi keamanan perjalanan. Apabila ditemukan ketidaklayakan, bus akan direkomendasikan untuk tidak beroperasi.
Muksin menjelaskan bahwa bus yang tidak memenuhi standar kelayakan jalan tidak akan diizinkan mengangkut calon penumpang. Kebijakan tegas ini diterapkan untuk mencegah risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan mudik berlangsung aman. Keselamatan pemudik adalah hal yang tidak bisa ditawar.
Kesehatan Pengemudi dan Pencegahan Narkoba
Selain pemeriksaan kendaraan, kesehatan para sopir dan awak bus AKAP juga menjadi perhatian serius. Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Langkah ini penting untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima saat bertugas.
Lebih lanjut, Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Banten turut serta dalam pemeriksaan dengan melakukan tes urine kepada pengemudi. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kandungan zat narkoba dalam tubuh. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan perjalanan mudik yang aman dan bebas narkoba.
Muksin menegaskan bahwa jika seorang sopir terbukti positif terpapar narkoba, ia tidak akan diizinkan mengemudikan kendaraan angkutan Lebaran. Kebijakan ini merupakan langkah preventif untuk menghindari potensi bahaya di jalan. Kesadaran akan bahaya narkoba bagi pengemudi sangat ditekankan.
Kesiapan Armada dan Prediksi Puncak Arus Mudik
Terminal Bus Mandala menyiapkan total 61 unit bus AKAP yang melayani delapan trayek dari lima perusahaan otobus. Trayek-trayek tersebut mencakup rute Rangkasbitung menuju Bogor, Kalideres, Tanjung Priok, Bandung, Garut, Cirebon, hingga Kuningan. Kesiapan armada ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pemudik.
Selain AKAP, terminal ini juga mengoperasikan 12 unit bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan 25 unit Angkutan Pedesaan (Angdes). Bus AKDP melayani jurusan di wilayah Provinsi Banten seperti Rangkasbitung-Tangerang-Serang-Merak-Bayah-Wanasalam-Labuan. Sementara itu, Angdes melayani untuk 28 kecamatan di Kabupaten Lebak, memastikan konektivitas hingga pelosok.
Pihak terminal memprediksi puncak penumpang arus mudik di Terminal Bus Mandala akan terjadi pada H-4 Lebaran 2026. Diperkirakan jumlah pemudik dapat mencapai antara 2.500 hingga 3.500 orang pada hari tersebut. Kesiapan fasilitas dan personel telah diatur untuk mengantisipasi lonjakan penumpang ini.
Sumber: AntaraNews