Pemkab Sigi Distribusikan 4.940 Seragam Sekolah Gratis, Ringankan Beban Orang Tua
Pemerintah Kabupaten Sigi telah menyalurkan 4.940 paket seragam sekolah gratis kepada siswa PAUD hingga SMP, upaya meringankan beban keluarga kurang mampu di Sigi.
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dengan mendistribusikan seragam sekolah gratis. Hingga saat ini, program bantuan tersebut telah menjangkau 4.940 peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi beban finansial orang tua, khususnya bagi keluarga yang kurang mampu di wilayah tersebut.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menjelaskan bahwa bantuan ini menyasar siswa dari 533 sekolah. Distribusi meliputi peserta didik mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan akses pendidikan yang lebih merata.
Penerima manfaat dari program seragam sekolah gratis ini adalah keluarga yang tergolong dalam desil 1 hingga 3. Kriteria ini didasarkan pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sebuah sistem pendataan baru yang mengklasifikasikan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Sasaran dan Mekanisme Distribusi Seragam Sekolah Gratis
Program distribusi seragam sekolah gratis oleh Pemkab Sigi telah mencapai ribuan siswa di berbagai tingkatan. Rincian penerima bantuan mencakup 2.134 murid PAUD dan TK dari 295 sekolah, 1.830 murid SD dari 190 sekolah, serta 976 murid SMP dari 48 sekolah. Angka ini menunjukkan cakupan yang luas dan upaya merata dalam menyalurkan bantuan.
Bupati Rizal Intjenae menegaskan bahwa bantuan ini diprioritaskan bagi keluarga di desil 1 hingga 3. Namun, ia juga membuka kemungkinan perluasan cakupan. Jika kebutuhan desil 1-3 sudah terpenuhi, bantuan dapat dilanjutkan kepada anak-anak dari keluarga desil 4 dan 5, tetap berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Setiap paket bantuan seragam sekolah gratis ini tidak hanya berisi pakaian seragam. Para siswa juga menerima sepatu, buku tulis, dan berbagai perlengkapan belajar lainnya. Kelengkapan paket ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar siswa dan mendukung proses belajar mengajar mereka secara optimal.
Dampak Positif Seragam Sekolah Gratis bagi Pendidikan Sigi
Tujuan utama dari program seragam sekolah gratis ini adalah meringankan beban orang tua, terutama dari keluarga kurang mampu. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan tidak ada lagi anak yang terhambat pendidikannya karena keterbatasan biaya untuk membeli perlengkapan sekolah. Inisiatif ini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif di Kabupaten Sigi.
Program ini juga sejalan dengan data pendidikan di Kabupaten Sigi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut BPS, Kabupaten Sigi memiliki 268 unit sekolah dasar dengan 2.309 guru dan 25.543 siswa. Sementara itu, terdapat 68 sekolah menengah pertama dengan 836 guru dan 8.496 siswa. Program seragam gratis ini berkontribusi positif dalam mendukung populasi siswa yang signifikan ini.
Melalui program ini, Pemkab Sigi berupaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan setara bagi seluruh peserta didik. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti seragam dan perlengkapan, siswa dapat lebih fokus pada pembelajaran. Hal ini juga membantu mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi pendidikan di semua jenjang.
Sumber: AntaraNews