Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengumumkan prioritas baru dalam program bantuan seragam sekolah gratis untuk tahun 2026. Fokus utama penyaluran bantuan ini akan ditujukan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kategori desil 1 hingga desil 3 di wilayah tersebut. Kebijakan ini merupakan upaya Pemkab Sigi untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Hajar Modjo, menjelaskan bahwa prioritas ini akan diterapkan secara ketat. Apabila seluruh kebutuhan di desil 1 hingga desil 3 sudah terpenuhi, barulah program akan diperluas menyasar anak-anak dari desil 4 dan 5. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung akses pendidikan yang merata.
Jumlah penerima bantuan seragam sekolah gratis pada tahun 2026 diproyeksikan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Pendataan calon penerima masih dalam tahap verifikasi, dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar utama penentuan kelayakan.
Advertisement
Advertisement
Program bantuan seragam sekolah gratis di Kabupaten Sigi mengalami penyesuaian prioritas untuk tahun 2026. Sebelumnya, pada tahun 2025, bantuan ini menyasar hingga desil 5. Namun, untuk tahun mendatang, pemerintah daerah akan lebih fokus pada keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah, yaitu desil 1 sampai 3. Penyesuaian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi terus melakukan verifikasi data secara cermat. Proses ini memastikan bahwa setiap anak yang berhak menerima bantuan adalah mereka yang keluarganya terdaftar dalam DTSEN. Hajar Modjo menegaskan bahwa sasaran utama adalah anak-anak yang benar-benar membutuhkan dukungan pendidikan.
Apabila target penerima di desil 1 hingga 3 telah terpenuhi sepenuhnya, tidak menutup kemungkinan program akan diperluas. Anak-anak dari kategori desil 4 dan 5 akan menjadi target selanjutnya. Fleksibilitas ini menunjukkan adaptasi program terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Sigi.
Advertisement
Advertisement
Paket bantuan seragam sekolah gratis yang disediakan oleh Pemkab Sigi cukup komprehensif. Setiap paket akan berisi pakaian seragam, sepatu, buku tulis, serta berbagai perlengkapan belajar lainnya. Kelengkapan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka.
Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Sigi. Mulai dari siswa PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menjadi sasaran. Inisiatif ini mencerminkan dukungan menyeluruh terhadap pendidikan sejak usia dini.
Pada tahun 2025, Pemkab Sigi telah menyalurkan sebanyak 2.306 paket bantuan seragam sekolah. Rinciannya adalah 1.500 paket untuk jenjang SD dan 806 paket untuk jenjang SMP. Angka ini diharapkan akan meningkat pada tahun 2026 seiring dengan perluasan cakupan dan prioritas baru.
Advertisement
Advertisement
Penentuan penerima bantuan seragam sekolah gratis di Sigi sangat bergantung pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem data ini menjadi acuan utama bagi Pemkab Sigi untuk mengidentifikasi keluarga yang layak menerima bantuan. Penggunaan DTSEN bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyaluran.
Hajar Modjo menekankan pentingnya DTSEN dalam menjamin bahwa bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Dengan berpegang pada data ini, pemerintah daerah dapat meminimalkan kesalahan sasaran. Ini adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan dampak positif program.
Komitmen Pemkab Sigi dalam memanfaatkan DTSEN menegaskan upaya serius mereka dalam mendukung pendidikan. Melalui program bantuan seragam sekolah gratis Sigi ini, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang terhambat pendidikannya karena keterbatasan ekonomi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda Sigi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews