Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng sektor swasta dalam program bantuan pendidikan bertajuk Satu Seragam Sejuta Harapan yang menyasar 10 ribu siswa sekolah dasar dari keluarga kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia.
Bantuan tersebut berupa paket perlengkapan sekolah senilai Rp 1,2 juta per anak, mencakup seragam putih merah, seragam pramuka, sepatu, kaos kaki, tas, dan alat tulis. Penyerahan bantuan secara simbolik dilakukan di SD Swasta Kresna, Cililitan, Jakarta Timur pada Rabu (18/).
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo yang hadir dalam kegiatan itu menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan Forum CSR Indonesia yang didukung oleh Yayasan Amanah Bangun Negeri Alam Tri.
"Pada hari ini kita datang ke SD Swasta Kresna Cililitan di Jakarta Timur, secara simbolik memberikan bantuan untuk anak-anak sekolah yang keluarganya kurang mampu," kata Agus.
“Bentuk bantuannya adalah mulai dari seragam. Seragam itu ada dua, seragam baju putih merah dan ada seragam pramuka beserta sepatu, kaos kaki, alat tulis termasuk tas,” lanjutnya.
Agus menegaskan bahwa bantuan tidak hanya diberikan di Jakarta, melainkan juga menyasar berbagai wilayah lain yang dinilai layak menerima.
"Ini satu kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan Forum CSR dengan swasta dalam rangka mendukung anak-anak supaya tetap bisa bersekolah," ungkapnya.
Zuraidah Murdia Hamdie, perwakilan Yayasan Amanah Bangun Negeri, menjelaskan bahwa bantuan tersebut dirancang untuk mencukupi kebutuhan pelajar selama satu tahun penuh.
"Harapan kami ini menjadi daya ungkit pemantik semangat dan harapan adik-adik SD di seluruh Indonesia untuk semangat sekolah lagi, karena sudah terpenuhi kebutuhan mereka untuk seragam sekolah," ujarnya.
Wanita yang akrab disapa Ida itu menambahkan, alasan pemilihan seragam sebagai fokus bantuan karena dari berbagai lokasi yang mereka kunjungi, seragam menjadi hambatan serius bagi siswa untuk bersekolah. Ia membagikan kisah seorang anak di daerah terpencil yang hanya memiliki satu stel seragam dan harus mencucinya setiap malam karena kondisi jalan berlumpur yang dilalui setiap hari.
“Tadinya kami pikir seragam ini bukan hal yang esensial, tapi setelah pengalaman membagikan 10 ribu paket di berbagai wilayah, ternyata ini juga membutuhkan perhatian khusus,” kata Ida.
Ia berharap, dari bantuan seragam ini dapat tumbuh semangat baru dalam membangun pendidikan nasional.
“Kami dari swasta senang sekali bisa berkontribusi, dan mudah-mudahan langkah ini juga bisa menginspirasi teman-teman yang lain di sektor swasta ataupun di sektor-sektor lain yang bisa mendukung pendidikan,” pungkasnya.
Empat sekolah di wilayah Cililitan yang menerima bantuan dalam kegiatan ini antara lain SD Swasta Kresna, MIS Ruhul Ulum, SD Swasta Nurul Yaqin, dan SD Swasta Dharma Bakti. Meskipun berstatus swasta, sekolah-sekolah ini bukanlah lembaga pendidikan elite, melainkan sekolah yang tetap berjuang dalam keterbatasan.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Sekolah SD Swasta Kresna Ahmad Muharrom, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri Zuraidah Murdia Hamdie, Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya, serta Ketua Forum CSR Indonesia Mahir Bayasut