Pemkab Pidie Jaya Tanam 300 Pohon untuk Pulihkan Lahan Pascabencana Hidrometeorologi
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melakukan penanaman 300 bibit pohon di wilayah terdampak bencana. Upaya penanaman pohon Pidie Jaya ini diharapkan memulihkan lingkungan dan mitigasi risiko hidrometeorologi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, telah mengambil langkah proaktif dalam upaya pemulihan lingkungan pascabencana hidrometeorologi. Sebanyak 300 bibit pohon dari berbagai jenis ditanam di daerah tersebut, menandai komitmen pemerintah daerah terhadap keberlanjutan ekologis. Kegiatan ini dipusatkan di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada Jumat, 30 Januari 2026.
Gampong Seunong merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah oleh bencana banjir bandang yang melanda pada akhir November 2025. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan, termasuk matinya sejumlah pohon dan menurunnya fungsi ekologis kawasan.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menegaskan bahwa penanaman pohon ini menjadi langkah awal yang krusial dalam proses penghijauan kembali alam yang terdampak. Inisiatif ini bertujuan untuk memulihkan kualitas lingkungan, memperbaiki struktur tanah dan tata air, serta memperkuat mitigasi risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Upaya Pemulihan Lingkungan Pascabencana
Banjir dan longsor yang terjadi sebelumnya telah meninggalkan dampak kerusakan lingkungan yang mendalam di Pidie Jaya. Kerusakan ini tidak hanya terlihat dari kerugian materiil, tetapi juga pada ekosistem alam yang membutuhkan waktu untuk pulih. Penanaman pohon menjadi strategi vital untuk mengembalikan keseimbangan alam.
Pohon-pohon yang ditanam adalah jenis berakar tunggal yang dikenal memiliki daya tahan kuat dan kemampuan optimal dalam menopang tanah. Pemilihan jenis pohon ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekologis, sosial, maupun keberlanjutan lingkungan.
Langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemkab Pidie Jaya untuk membangun kembali daerah yang lebih tangguh terhadap bencana. Melalui pemulihan vegetasi, diharapkan daya serap air tanah meningkat dan risiko erosi serta banjir dapat diminimalisir secara signifikan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan
Kegiatan penanaman pohon ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang peduli terhadap lingkungan. Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh serta jajaran TNI.
Sinergi lintas sektor ini dinilai menjadi faktor penting dalam percepatan proses pemulihan dan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam.
Pemerintah daerah berharap agar seluruh pohon yang telah ditanam dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat. Pemeliharaan yang berkelanjutan akan memastikan bahwa investasi lingkungan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Manfaat Ekologis dan Mitigasi Bencana
Penanaman pohon memiliki peran ganda dalam ekosistem, terutama di wilayah yang rentan bencana. Secara ekologis, pohon berfungsi sebagai paru-paru bumi, menghasilkan oksigen, dan menyerap karbon dioksida, yang penting untuk menjaga kualitas udara.
Selain itu, sistem perakaran pohon yang kuat membantu mengikat tanah, mencegah erosi, dan meningkatkan kapasitas penyerapan air. Hal ini sangat krusial dalam mitigasi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, yang sering terjadi di daerah pascabencana.
Dengan memulihkan tutupan lahan melalui penanaman pohon, Pidie Jaya berupaya menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan aman bagi penduduknya. Upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam.
Sumber: AntaraNews