Pemkab Pandeglang Gelar Genius Batch 2, Lestarikan Budaya Lewat Kreativitas Siswa
Pemkab Pandeglang sukses menggelar Genius Batch 2 sebagai wadah apresiasi kreativitas siswa sekaligus upaya pelestarian budaya sejak dini, memastikan generasi muda mengenal warisan lokal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang kembali sukses menyelenggarakan Gerakan Seni Unggulan Sekolah (Genius) Batch 2. Kegiatan ini merupakan inisiatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat untuk mengapresiasi kreativitas siswa. Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi upaya konkret dalam pelestarian kebudayaan lokal sejak usia dini di Pandeglang.
Genius Batch 2 ini digelar sebagai kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus sebelumnya. Acara ini dirancang khusus sebagai wadah bagi para siswa untuk menampilkan bakat seni mereka di panggung yang representatif. Tujuannya adalah memastikan anak-anak dari tingkat SD hingga SMP dapat mengenal dan mencintai budaya mereka.
Kepala Disparbud Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika, menjelaskan bahwa Genius adalah program unggulan daerah untuk tahun 2025. Program ini dikemas dalam bentuk pergelaran kreativitas seni yang melibatkan berbagai sekolah. Inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya di kalangan generasi muda Pandeglang.
Genius Batch 2: Wadah Apresiasi dan Pelestarian Budaya
Rahmat Zultika menegaskan bahwa Genius Batch 2 ini memiliki tujuan ganda yang sangat strategis. Pertama, sebagai sarana apresiasi terhadap bakat seni yang dimiliki oleh siswa sekolah dasar dan menengah di seluruh Pandeglang. Kedua, program ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan daerah agar tidak luntur di tengah gempuran modernisasi dan pengaruh budaya asing.
Kegiatan ini secara khusus menyasar anak-anak di tingkat SD maupun SMP, yang merupakan generasi penerus bangsa. Harapannya, mereka dapat mengenal lebih dekat warisan budaya yang kaya dan beragam yang dimiliki oleh Kabupaten Pandeglang. Pelestarian budaya melalui jalur pendidikan ini dianggap sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini dan memastikan keberlangsungan budaya lokal untuk jangka panjang.
"Ini merupakan batch kedua di tahun ini, setelah sebelumnya dilaksanakan pada bulan Agustus," kata Rahmat Zultika. Ia menambahkan bahwa program ini dirancang untuk memastikan generasi muda memiliki pemahaman yang kuat tentang identitas budaya mereka sendiri. Inisiatif ini menjadi langkah strategis Pemkab Pandeglang dalam menjaga dan mengembangkan seni serta tradisi lokal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri masyarakat.
Fasilitasi Panggung Representatif bagi Talenta Muda Pandeglang
Genius Batch 2 melibatkan total 10 sekolah yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam kegiatan ekstrakurikuler kesenian. Lima Sekolah Dasar (SD) terpilih menampilkan pertunjukan mereka pada sesi siang hari, sementara lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) beraksi pada sesi malam hari. Pemilihan sekolah didasarkan pada keaktifan dan kualitas pengembangan seni siswa di masing-masing institusi.
Pemerintah daerah melalui Disparbud berupaya keras memfasilitasi sekolah-sekolah peserta agar siswa mendapatkan pengalaman berharga. Mereka diberikan kesempatan tampil di panggung yang representatif dan profesional, sebuah pengalaman yang berbeda dari sekadar berlatih di lingkungan sekolah. Pengalaman ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kemampuan panggung, dan memberikan motivasi lebih bagi para siswa.
"Kita undang sekolah yang punya ekstrakurikuler seni untuk tampil di sini," ujar Rahmat Zultika. Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah agar karya seni dan bakat siswa dapat diapresiasi secara luas dalam sebuah panggung seni resmi. Hal ini tidak hanya memotivasi siswa untuk terus mengembangkan bakat mereka di bidang seni, tetapi juga memberikan pengakuan atas kerja keras mereka.
Mempersiapkan Generasi Muda Menuju Kompetisi Nasional
Selain sebagai ajang pertunjukan dan apresiasi, Genius Batch 2 juga berfungsi sebagai media pembinaan talenta muda Pandeglang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang pemanasan dan persiapan mental yang efektif bagi para siswa. Mereka akan lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi kompetisi seni yang lebih tinggi di masa mendatang, baik di tingkat regional maupun nasional.
Rahmat Zultika berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa untuk mengukir prestasi. Ini akan mempersiapkan mereka secara mental dan teknis untuk ajang bergengsi seperti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Selain itu, juga untuk Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang merupakan kompetisi penting dalam pelestarian bahasa daerah.
"Ini fokusnya pada kreasi seni sekolah," pungkas Rahmat. Ia menambahkan bahwa melalui serangkaian latihan intensif dan penampilan di panggung Genius, siswa akan terbiasa dengan atmosfer kompetisi. Kesiapan mental dan teknis ini sangat krusial untuk meraih prestasi optimal dan mengharumkan nama Pandeglang di tingkat yang lebih tinggi.
Sumber: AntaraNews