Pemkab Bogor Perkuat Akses Kesehatan dengan Peningkatan Status KURI Parung
Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan status Klinik Utama Rawat Jalan Parung menjadi Klinik Utama Rawat Inap (KURI) Parung, memperluas akses layanan kesehatan yang merata bagi warga.
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, secara signifikan memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakatnya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui peningkatan status Klinik Utama Rawat Jalan Parung menjadi Klinik Utama Rawat Inap (KURI) Parung. Perubahan ini bertujuan untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses kesehatan yang adil dan merata, terutama di wilayah pinggiran Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah. Peningkatan fasilitas ini menjadi bukti komitmen Pemkab Bogor dalam menjamin derajat kesehatan masyarakat. Peresmian KURI Parung ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan tingkat lanjut di wilayah tersebut.
KURI Parung kini dilengkapi dengan fasilitas rawat inap yang lebih komprehensif, termasuk unit gawat darurat yang beroperasi 24 jam. Penambahan kapasitas tempat tidur dan dukungan tenaga profesional menjadi tulang punggung peningkatan layanan ini. Inisiatif ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga Kabupaten Bogor.
Peningkatan Status KURI Parung untuk Layanan Optimal
Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengambil langkah progresif dengan meresmikan peningkatan status Klinik Utama Rawat Jalan Parung menjadi Klinik Utama Rawat Inap (KURI) Parung. Perubahan status ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Bogor untuk memperkuat infrastruktur kesehatan di daerah. Bupati Bogor Rudy Susmanto secara langsung menegaskan pentingnya akses kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh warga.
Menurut Rudy Susmanto, “Derajat kesehatan adalah hak setiap manusia. Pemerintah daerah harus hadir dan memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh warga”. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi di balik investasi pada KURI Parung. Peningkatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks di Kabupaten Bogor.
Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan perangkat daerah terkait atas kerja keras mereka. Dukungan dalam proses perizinan hingga kesiapan operasional KURI Parung menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Diharapkan, layanan kesehatan ini akan semakin efektif, efisien, dan terjangkau, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Fasilitas Lengkap dan Tenaga Profesional di KURI Parung
KURI Parung kini hadir dengan fasilitas rawat inap yang jauh lebih memadai, dirancang untuk melayani berbagai kebutuhan medis masyarakat. Total kapasitas tempat tidur rawat inap mencapai 24 unit, yang terbagi menjadi 10 tempat tidur untuk pasien laki-laki dewasa, empat tempat tidur untuk pasien perempuan dewasa, dan enam tempat tidur khusus anak-anak. Selain itu, KURI Parung juga dilengkapi dengan empat tempat tidur di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi 24 jam.
Untuk mendukung operasional dan kualitas pelayanan, KURI Parung didukung oleh tim profesional yang solid. Sebanyak 28 perawat profesional siap memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada pasien. Secara keseluruhan, klinik ini memiliki 66 tenaga kesehatan dan nonkesehatan yang berdedikasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa layanan klinik yang tersedia sangat beragam. Ini mencakup spesialisasi seperti kebidanan dan kandungan, penyakit dalam, anak, paru, bedah umum, gigi, serta klinik umum. Fasilitas penunjang juga lengkap, termasuk radiologi, laboratorium, farmasi, dan gizi, memastikan penanganan pasien yang holistik.
Jangkauan Luas KURI Parung untuk Masyarakat Bogor
Keberadaan KURI Parung tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas, tetapi juga pada perluasan jangkauan layanan. Klinik ini dirancang untuk melayani masyarakat dari tujuh kecamatan di Kabupaten Bogor. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Parung, Gunung Sindur, Ciseeng, Gunung Putri, Bojonggede, Kemang, dan Rancabungur. Ini menunjukkan komitmen untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada warga di berbagai wilayah.
Fusia Meidiawaty, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, berharap peningkatan status KURI Parung ini dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan tenaga medis yang profesional, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan rawat inap yang berkualitas.
Peningkatan status KURI Parung menjadi Klinik Utama Rawat Inap merupakan investasi penting bagi kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor. Ini adalah langkah nyata Pemkab Bogor dalam mewujudkan komitmennya untuk menyediakan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas. Diharapkan, inisiatif ini akan terus berkembang dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan warga.
Sumber: AntaraNews