Pemkab Aceh Barat Beri Santunan Mantan Kombatan GAM, Wujud Perhatian Kesehatan Warga
Bupati Aceh Barat Tarmizi menyantuni Abu Bakar, mantan kombatan GAM yang sakit parah, wujud perhatian Pemkab Aceh Barat terhadap kesehatan masyarakatnya. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menunjukkan kepeduliannya dengan menyantuni Abu Bakar, seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tengah terbaring sakit. Kunjungan ini dilakukan di kediamannya yang berlokasi di Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, pada malam takbiran. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, secara langsung hadir untuk memberikan dukungan moral dan bantuan.
Bupati Tarmizi mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menyemangati Abu Bakar, yang akrab disapa Ngoh Baka, di momen yang penuh haru seperti malam takbiran. Ngoh Baka merupakan mantan kombatan GAM MoU Helsinki yang menderita sakit parah. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membantu masyarakat Aceh Barat yang membutuhkan.
Perhatian khusus ini juga merupakan bentuk kepedulian berkelanjutan Pemkab Aceh Barat terhadap warganya yang sakit. Sebelumnya, saat menjabat sebagai Anggota DPR Aceh, Tarmizi juga sering membantu Ngoh Baka dalam pengobatan. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mendukung kesejahteraan mantan kombatan GAM.
Kunjungan Bupati dan Kondisi Kesehatan Mantan Kombatan GAM
Kunjungan Bupati Tarmizi kepada Abu Bakar bukan hanya sekadar silaturahmi, melainkan juga membawa bantuan dan santunan. Mantan kombatan GAM tersebut diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan telah beberapa kali menjalani pemasangan ring. Kondisi kesehatan yang menurun ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Bupati Tarmizi menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada Ngoh Baka, terutama mengingat riwayat perjuangannya. Kehadiran pemimpin daerah diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi Abu Bakar dalam menghadapi penyakitnya. Ini juga menjadi pesan bahwa pemerintah tidak melupakan jasa-jasa para mantan kombatan GAM.
Perhatian terhadap mantan kombatan GAM seperti Abu Bakar merupakan bagian integral dari upaya rekonsiliasi dan pembangunan pasca-konflik di Aceh. Pemkab Aceh Barat berupaya memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk mereka yang pernah terlibat dalam konflik, mendapatkan akses terhadap pelayanan dan perhatian yang layak.
Program Dokter Masuk Rumah (Dokmaru) Wujud Pelayanan Kesehatan Inklusif
Selain menyantuni mantan kombatan GAM, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga memiliki program unggulan lainnya untuk masyarakat yang sakit. Program tersebut dikenal dengan nama Dokter Masuk Rumah atau Dokmaru, yang digagas oleh Bupati Tarmizi dan Wakil Bupati Said Fadheil. Program ini fokus pada penanganan warga sakit parah di rumah.
Melalui Dokmaru, tim medis yang terdiri dari dokter akan mendatangi rumah warga untuk memberikan pengobatan secara maksimal. Inisiatif ini memastikan bahwa masyarakat yang kesulitan akses ke fasilitas kesehatan tetap mendapatkan perawatan yang memadai. Program ini mencerminkan komitmen Pemkab Aceh Barat terhadap pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata.
Program Dokmaru telah menjadi bukti nyata perhatian Pemkab Aceh Barat terhadap kesejahteraan warganya. Dengan menjangkau masyarakat dari rumah ke rumah, pemerintah daerah berupaya mengurangi beban penderitaan warga yang sakit. Ini adalah langkah proaktif dalam menciptakan sistem kesehatan yang lebih responsif dan peduli.
Sumber: AntaraNews