Pemkab Aceh Barat Hadirkan Layanan Pemerintah Desa Terpencil di Drien Sibak
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan berkantor sehari di Desa Drien Sibak, menghadirkan Layanan Pemerintah Desa Terpencil dan kesehatan langsung kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menunjukkan komitmennya dalam pemerataan pembangunan dengan menggelar kegiatan berkantor sehari di Desa Drien Sibak, Kecamatan Sungai Mas, Jumat (06/3). Inisiatif ini bertujuan untuk mendekatkan Layanan Pemerintah Desa Terpencil serta fasilitas kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di daerah sulit dijangkau. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, memimpin langsung seluruh jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan ini.
Kegiatan "berkantor sehari" ini dirancang khusus untuk menjangkau Desa Drien Sibak yang dikenal sebagai salah satu wilayah terpencil di Aceh Barat. Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap warga mendapatkan akses terhadap pelayanan publik yang setara. Langkah ini juga menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi serta kebutuhan riil masyarakat setempat.
Selain memberikan berbagai layanan administratif, acara ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi langsung dengan warga mengenai berbagai isu. Tim medis turut serta dalam kunjungan ini, menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penduduk yang membutuhkan. Hal ini menegaskan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh pelosok daerah.
Mendekatkan Pelayanan dan Menyerap Aspirasi Warga
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terpencil. Seluruh jajaran pemerintah daerah turun langsung ke Desa Drien Sibak untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung. Inisiatif ini penting guna memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, komunikasi dan diskusi interaktif juga dilakukan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Hal ini memungkinkan warga untuk menyampaikan berbagai masukan, keluhan, dan harapan mereka terkait pembangunan desa. Pemerintah berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan demi kemajuan bersama.
Pendekatan proaktif ini diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan demikian, partisipasi aktif warga dalam setiap program pembangunan dapat meningkat. Upaya ini menjadi bagian integral dari strategi pemerintah daerah untuk mencapai pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Aceh Barat.
Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Pengelolaan Anggaran Daerah
Dalam dialognya dengan warga, Bupati Tarmizi juga mengajak masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir menuju kemandirian ekonomi. Salah satu saran yang diberikan adalah memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam palawija seperti cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pembelian kebutuhan pokok dari kota.
Bupati turut menyinggung kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami penghematan anggaran. Ia menekankan pentingnya penggunaan dana yang tersedia secara tepat sasaran dan menghindari kegiatan yang tidak esensial. Kondisi ini juga berdampak pada alokasi dana desa, di mana hampir seluruh desa di Aceh Barat mengalami penurunan.
Jika sebelumnya desa bisa menerima alokasi hingga Rp1 miliar, saat ini rata-rata hanya berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta per tahun. Oleh karena itu, pengelolaan anggaran desa harus lebih efisien dan fokus pada program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Upaya ini memerlukan kerja sama dan pemahaman dari seluruh elemen masyarakat.
Inisiatif Gampong Bebas Narkoba dan Layanan Kesehatan Komprehensif
Pada momen yang sama, Bupati Tarmizi secara resmi meluncurkan Desa Drien Sibak sebagai gampong bebas narkoba, judi, judi online, dan aliran sesat. Inisiatif ini juga mencakup komitmen untuk menekan angka stunting serta membentuk pemuda tangguh bencana. Peluncuran ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga moral dan keamanan masyarakat dari berbagai ancaman sosial.
Aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini, dengan tim medis yang diturunkan untuk memeriksa sejumlah warga yang menderita penyakit kronis. Beberapa warga yang mendapatkan pemeriksaan antara lain Bariah, Jauhari (62), Abdur Rajab (61), Maisarah (42), Khatijah (60), serta Niah (52). Mayoritas dari mereka didiagnosis dengan penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, hiperurisemia, dan kolesterol tinggi.
Penyediaan layanan kesehatan langsung di lokasi terpencil ini sangat membantu warga yang kesulitan mengakses fasilitas medis di kota. Selain itu, pemerintah daerah juga menunjukkan kepeduliannya terhadap aspek keagamaan dengan menyerahkan bantuan perlengkapan shalat untuk masjid setempat. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan keagamaan dan kebersamaan di desa.
Sumber: AntaraNews