PBB Gelar Sidang Khusus, 19 Negara Core Group Termasuk RI Gencarkan Pengakuan Negara Palestina
Sidang Majelis Umum PBB akan menggalang dukungan internasional untuk Pengakuan Negara Palestina, dengan Indonesia sebagai bagian dari 19 negara inti yang berupaya meningkatkan posisi Palestina.
Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menggelar sesi khusus mengenai Palestina pada 22 September mendatang. Konferensi ini bertujuan untuk menggalang dukungan global yang lebih luas demi Pengakuan Negara Palestina secara resmi.
Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia di New York, Hari Prabowo, menyatakan sesi ini sangat penting. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan posisi dan leverage Palestina dalam proses negosiasi damai di masa depan.
Konferensi bertajuk ‘Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara’ akan berlangsung selama tiga jam. Indonesia aktif terlibat sebagai bagian dari kelompok inti yang mendorong inisiatif diplomatik ini.
Upaya Penggalangan Pengakuan Internasional
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Solusi Dua Negara ini secara spesifik bertujuan untuk menggalang sebanyak mungkin negara yang memberikan Pengakuan Negara Palestina. Langkah ini diharapkan dapat memberikan leverage signifikan bagi Palestina dalam proses negosiasi damai.
Hari Prabowo menjelaskan bahwa konferensi tersebut dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi. Tujuannya adalah untuk membuat posisi Palestina, di mata dunia, setara dengan Israel, sehingga tercipta kedamaian dan keadilan.
Indonesia merupakan salah satu dari 19 negara yang tergabung dalam “core group” inisiator Pengakuan Negara Palestina. “Main inisiatornya itu adalah Prancis sama Saudi, tapi ada core group. Nah Indonesia salah satu dari core group-nya, ini total ada 19,” ucap Deputi Bowo.
Kelompok inti ini bekerja di balik layar untuk melakukan berbagai upaya. Mereka berupaya menggalang sebanyak mungkin negara-negara yang memberikan pengakuan pada state of Palestine.
Momentum Peningkatan Pengakuan Negara Palestina
Menjelang pelaksanaan konferensi mengenai masalah Palestina, terdapat optimisme mengenai peningkatan Pengakuan Negara Palestina. Hari Prabowo menyampaikan bahwa beberapa negara diperkirakan akan segera memberikan pengakuan resmi.
Baru-baru ini, sejumlah negara telah menyampaikan bahwa mereka akan secara resmi mengakui Palestina jelang sidang PBB. Negara-negara tersebut termasuk Inggris, Prancis, Portugal, hingga Malta, menunjukkan dinamika positif di panggung internasional.
Selain itu, beberapa negara lain seperti Kanada, Australia, dan Belgia juga tengah mempertimbangkan langkah serupa. Perkembangan ini secara signifikan memperkuat posisi Palestina di mata dunia internasional.
Resolusi PBB dan Deklarasi New York
Sidang Majelis Umum PBB pada Jumat, 12 September, telah mengadopsi draf resolusi penting terkait isu Palestina. Resolusi ini secara resmi mengesahkan Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Isu Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara.
Draf resolusi tersebut disahkan dengan perolehan suara yang signifikan, yaitu 142 setuju, 10 tidak setuju, dan 12 abstain. Hasil ini menunjukkan dukungan luas dari komunitas internasional terhadap upaya solusi dua negara.
Deklarasi New York, yang diedarkan dalam konferensi internasional tingkat tinggi pada akhir Juli, menetapkan sebuah jalur yang berorientasi pada tindakan. Tujuannya adalah penyelesaian damai konflik Israel-Palestina dan perwujudan solusi dua negara secara konkret.
Sumber: AntaraNews