Patung Sudirman Dukuh Atas Tak Akan Dipindah, Jadi Ikon di Pedestrian Baru Jakarta
Gubernur DKI Jakarta memastikan Patung Sudirman di Dukuh Atas tidak akan dipindahkan meski ada pembangunan pedestrian deck, menjadikannya ikon sentral di fasilitas baru ini.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan Patung Jenderal Sudirman tidak akan dipindahkan dari lokasinya saat ini di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Selatan. Keputusan ini diambil di tengah proyek pembangunan fasilitas pejalan kaki (pedestrian deck) yang ambisius, yang juga dikenal sebagai Jembatan Cincin Donat. Penegasan ini disampaikan untuk menghindari polemik dan menjadikan patung tersebut sebagai bagian integral dari desain baru kawasan tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa setelah melalui pertimbangan mendalam, Patung Jenderal Sudirman akan tetap berada di tempatnya. Hal ini bertujuan agar patung bersejarah tersebut tidak menjadi sumber perdebatan di masyarakat. Keputusan ini juga didasarkan pada tinjauan rinci terhadap gambar proyek pedestrian deck Dukuh Atas.
Proyek pedestrian deck Dukuh Atas sendiri telah resmi dimulai dengan peletakan batu pertama pada Minggu, 21 Juni 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta. Infrastruktur ini ditargetkan rampung pada tahun 2028. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas antar moda transportasi publik di ibu kota.
Patung Sudirman Tetap Jadi Pusat Perhatian
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Patung Jenderal Sudirman tidak akan digeser dari posisinya semula. Keputusan ini diambil setelah pihaknya melihat secara detail rencana pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas. Penempatan patung ini diharapkan justru akan menjadi daya tarik dan ingatan bagi setiap orang yang melintas di kawasan tersebut.
Keberadaan Patung Sudirman Dukuh Atas yang tidak dipindahkan ini menjadi bagian dari visi untuk mengintegrasikan elemen sejarah dan modernitas. Dengan demikian, patung pahlawan nasional ini akan tetap menjadi titik fokus di tengah hiruk pikuk kawasan transportasi terpadu. Ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga warisan budaya Jakarta.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menambahkan bahwa dalam desain pedestrian deck akan dibangun anjungan khusus. Anjungan ini memungkinkan para pejalan kaki untuk menikmati pemandangan Patung Jenderal Sudirman dari sudut pandang yang unik di atas jembatan. Ini akan memberikan pengalaman baru bagi pengguna fasilitas.
Detail Proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas
Proyek pedestrian deck Dukuh Atas, yang juga dikenal sebagai Jembatan Cincin Donat, merupakan bagian penting dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengintegrasikan sistem transportasi publik. Fasilitas ini dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi utama. Moda transportasi tersebut meliputi MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodetabek, KRL Commuter Line, Transjakarta, hingga kereta bandara.
Peletakan batu pertama proyek ini telah dilaksanakan berbarengan dengan peresmian hasil penataan kawasan Jalan H.R. Rasuna Said. Ini menandai langkah maju dalam pengembangan infrastruktur perkotaan Jakarta. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi mobilitas warga Jakarta.
Secara teknis, fasilitas khusus pejalan kaki ini akan dibangun melingkar dengan diameter sekitar 118 meter. Lebar pedestrian deck diperkirakan kurang lebih 12 meter, menyediakan ruang yang luas bagi pejalan kaki. Desain melingkar ini juga bertujuan untuk menciptakan aliran pergerakan yang lancar antar moda transportasi.
Manfaat dan Target Penyelesaian Infrastruktur
Pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas ini memiliki manfaat besar dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas transportasi di Jakarta. Dengan terhubungnya berbagai moda transportasi, diharapkan masyarakat akan semakin beralih menggunakan transportasi publik. Hal ini dapat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota.
Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2028, menjadikannya salah satu infrastruktur strategis yang akan selesai dalam beberapa tahun mendatang. Penyelesaian tepat waktu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan kota dan kebutuhan mobilitas penduduk. Fasilitas ini juga akan menjadi salah satu ikon baru Jakarta.
Integrasi Patung Sudirman Dukuh Atas dengan desain pedestrian deck ini menunjukkan perencanaan kota yang matang. Ini bukan hanya tentang fungsionalitas, tetapi juga tentang estetika dan penghormatan terhadap sejarah. Harapannya, kawasan Dukuh Atas akan menjadi pusat aktivitas yang lebih ramah pejalan kaki dan efisien secara transportasi.
Sumber: AntaraNews