Pasha Ungu: Politik Pangan Bagian dari Perjuangan Generasi Muda
Isu pangan melekat langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sehingga harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
Ketua Umum DPP BM PAN, Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu, menegaskan politik pangan harus dipahami sebagai gerakan kolektif, bukan hanya kerja satu tokoh atau satu kementerian. Menurutnya, isu pangan melekat langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sehingga harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
"Pangan adalah urusan hajat hidup orang banyak. Jika politik tidak bisa memberi jawaban atas kebutuhan rakyat untuk makan, maka politik kehilangan makna," kata Pasha dalam acara bedah buku “Zulkifli Hasan dan Politik Pangan untuk Rakyat: Langkah Konkret Mendukung Asa Cita Presiden Prabowo” yang digelar DPP BM PAN di Tebet Eco Park, Jakarta.
Anggota DPR dari PAN ini menilai buku karya Munir Sara penting karena memberikan perspektif bahwa politik pangan tidak hanya terkait produksi dan distribusi, melainkan juga keberpihakan nyata kepada rakyat.
Ia menambahkan, BM PAN mendukung penuh gagasan yang tertuang dalam buku tersebut karena sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Kami memandang politik pangan sebagai bagian dari perjuangan generasi muda. Karena itu, BM PAN akan terus terlibat dalam program-program konkret yang mendukung kedaulatan pangan," tegasnya.
Sejumlah tokoh turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Prof Syahrir Ika dari BRIN, pengamat politik Adi Prayitno, staf ahli Kemenko Pangan RI Sugeng Santoso, serta penulis buku Munir Sara. Diskusi dipandu oleh Riyan Hidayat dan diikuti ratusan elemen masyarakat, termasuk mahasiswa serta aktivis dari berbagai kampus di Jabodetabek.
Dalam acara peluncuran buku tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian 200 paket sembako bagi warga sekitar Tebet Eco Park.