PAN Tegaskan Dukungan Penuh kepada Presiden Prabowo di Tengah Gejolak Global
Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto yang segera menggelar rapat strategis di Istana Merdeka guna membahas berbagai skenario.
Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk dampak eskalasi konflik internasional terhadap ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
Ketua Umum PAN yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan hal tersebut dalam acara buka puasa bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di Jakarta, Jumat (6/3) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto yang segera menggelar rapat strategis di Istana Merdeka guna membahas berbagai skenario dampak eskalasi konflik global, khususnya terkait serangan Amerika Serikat–Israel terhadap Iran.
"PAN akan selalu bersama Presiden Prabowo. Kami bukan partai yang hanya hadir saat cuaca cerah. PAN adalah partai yang loyal, teguh, dan paling depan, dalam situasi sesulit apa pun, kami berdiri di garis terdepan mendukung langkah-langkah strategis pemerintah demi kepentingan rakyat dan bangsa," ujar Zulkifli Hasan.
Ia mengingatkan bahwa gejolak geopolitik global saat ini berpotensi menimbulkan tekanan terhadap harga komoditas, mengganggu rantai pasok internasional, hingga memengaruhi stabilitas fiskal dan ketahanan pangan nasional. Dalam situasi tersebut, menurutnya, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tenang dan mampu mengambil keputusan strategis secara cepat.
"Indonesia harus sigap mengantisipasi dan memitigasi berbagai risiko dari eskalasi konflik global. Yang paling krusial adalah menjaga sektor ekonomi, ketahanan energi, dan yang menjadi tanggung jawab langsung saya: ketahanan pangan nasional. Ini bukan sekadar urusan perut, ini soal kedaulatan negara," katanya.
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan juga memaparkan berbagai langkah strategis pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Ia menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia tidak boleh bergantung pada pasar internasional untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Kita terus mendorong swasembada pangan secara menyeluruh. Swasembada beras, swasembada jagung, swasembada ikan, dan komoditas strategis lainnya. Petani harus kuat, produksi harus meningkat, distribusi harus efisien. Negara harus hadir memastikan pangan tersedia dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. Inilah amanah yang kami emban dan kami tidak main-main dalam menjalankannya," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat produksi domestik melalui intensifikasi pertanian, perluasan lahan produktif, penguatan infrastruktur irigasi, serta modernisasi armada perikanan tangkap dan budidaya. Selain itu, perbaikan sistem logistik pangan nasional juga menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah Indonesia.
Program swasembada ikan, lanjut Zulkifli Hasan, menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga mengapresiasi upaya Presiden Prabowo beserta Menteri Luar Negeri dan tim diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, khususnya terkait perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia menilai Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai.
"Indonesia adalah negara besar dengan lebih dari 280 juta penduduk dan populasi muslim terbesar di dunia. Kita tidak bisa diam. Peran Indonesia selalu dinantikan dalam setiap upaya perdamaian global. PAN mendukung penuh langkah diplomasi Presiden Prabowo—yang terpenting, kepentingan nasional tetap terlindungi tanpa mengabaikan tanggung jawab kemanusiaan," ujarnya.
Zulhas Ingatkan Kader Jaga Suasana Kebangsaan
Zulkifli Hasan juga mengingatkan seluruh kader PAN dan elite politik untuk menjaga suasana kebangsaan yang sejuk dan konstruktif. Ia menilai momentum Ramadan harus menjadi pengingat bahwa kekuasaan merupakan amanah untuk melayani masyarakat.
"Ramadan mengingatkan kita bahwa kekuasaan adalah amanah—amanah untuk melayani rakyat, bukan untuk kepentingan sempit. PAN lahir dari semangat reformasi dan amanah itulah yang terus kami pegang teguh. Kita boleh berbeda dalam kompetisi politik, tetapi kita tetap satu dalam tujuan besar: Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera," pungkasnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh kader PAN di berbagai daerah untuk turun langsung membantu masyarakat selama bulan Ramadan, termasuk memastikan tidak ada warga yang berbuka puasa dalam kondisi kekurangan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud nyata komitmen PAN untuk selalu hadir di tengah masyarakat.