Okupansi Kereta Api Jawa Barat Capai 72% Saat Libur Isra Miraj, Jadi Destinasi Favorit Wisatawan
Tingginya Okupansi Kereta Api Jawa Barat mencapai 72,4% pada libur Isra Miraj menunjukkan provinsi ini menjadi magnet wisata. Simak detail pergerakan penumpang dan upaya KAI.
KAI Daop 2 Bandung mencatat tingginya minat masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api selama periode libur Isra Miraj. Provinsi Jawa Barat menjadi destinasi favorit wisata, terlihat dari tingkat okupansi kursi yang mencapai 72,4 persen. Tingginya **okupansi kereta api Jawa Barat** ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk menjelajahi keindahan dan keramaian provinsi ini.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa pergerakan penumpang sangat masif, dengan puncak kedatangan terjadi pada akhir pekan. Data penjualan tiket hingga Jumat (16 Januari) menunjukkan 48.829 tiket telah terjual dari total 67.410 kursi yang tersedia. Penjualan tiket diperkirakan akan terus meningkat dengan adanya pembelian langsung di tempat.
Secara kumulatif, pada tanggal 15-16 Januari 2026, sebanyak 29.680 penumpang tiba di wilayah KAI Daop 2 Bandung, melampaui jumlah keberangkatan yang tercatat 29.020 penumpang. Hal ini mengonfirmasi posisi Jawa Barat sebagai tujuan utama bagi para pelancong yang memanfaatkan momen libur panjang.
Pergerakan Penumpang dan Stasiun Tersibuk
Pada hari Jumat saja, KAI Daop 2 Bandung melayani kedatangan 14.967 penumpang di seluruh stasiun di wilayahnya, sementara jumlah keberangkatan mencapai 14.030 penumpang. Stasiun Bandung menjadi pusat aktivitas paling padat, menangani 5.185 kedatangan dan 4.737 keberangkatan pada hari tersebut.
Selain Stasiun Bandung, Stasiun Kiaracondong juga menunjukkan kepadatan yang signifikan, dengan 2.742 kedatangan dan 3.226 keberangkatan. Tingginya angka ini mengindikasikan bahwa kedua stasiun tersebut merupakan gerbang utama bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan di Jawa Barat.
Stasiun-stasiun pendukung lainnya juga mencatat pergerakan penumpang yang tinggi. Stasiun Cianjur mencatat 1.077 kedatangan dan 972 keberangkatan. Sementara itu, Stasiun Tasikmalaya dan Cipatat masing-masing melayani ratusan hingga lebih dari seribu penumpang, menunjukkan distribusi kepadatan di berbagai titik.
Upaya KAI dalam Pelayanan dan Promosi
Kuswardojo menegaskan komitmen KAI dalam memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan. “Kami terus mengoptimalkan fasilitas dan infrastruktur, layanan kereta dan stasiun, serta pengaturan perjalanan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh penumpang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama libur Isra Miraj. “Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi mereka selama liburan Isra Miraj ini,” tambahnya.
Dalam rangka mengakomodasi tingginya permintaan tiket, KAI Daop 2 Bandung menawarkan diskon 10 persen untuk rute kereta api Pasundan Kiaracondong-Surabaya Gubeng (pulang-pergi). Promo ini berlaku untuk keberangkatan mulai 11 Januari hingga 10 Maret 2026, memberikan kesempatan lebih bagi penumpang.
Tiket diskon ini dapat dijadwalkan ulang atau dibatalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun tidak dapat digabungkan dengan diskon lainnya. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi penumpang yang merencanakan perjalanan mereka.
Imbauan untuk Perjalanan Nyaman
Mengingat kepadatan lalu lintas jalan menuju stasiun-stasiun utama di Bandung selama periode liburan, KAI mengimbau penumpang untuk mengalokasikan waktu perjalanan tambahan. Hal ini penting untuk menghindari keterlambatan dan memastikan penumpang tiba di stasiun tepat waktu.
Perencanaan perjalanan yang matang, termasuk mempertimbangkan kondisi lalu lintas, akan sangat membantu penumpang. Dengan demikian, pengalaman perjalanan menggunakan kereta api selama libur Isra Miraj dapat berjalan lancar dan menyenangkan.
Sumber: AntaraNews