OIKN Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Gerakan Indonesia ASRI
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) gencar berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menggalakkan Gerakan Indonesia ASRI, fokus pada kesadaran hidup bersih dan pengelolaan sampah terpadu.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) secara aktif menggandeng berbagai sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan bersih dari sampah. Upaya ini dilakukan guna mendukung penuh program nasional Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan pemerintah. Inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lestari di masa depan.
Gerakan Indonesia ASRI merupakan inisiatif utama yang melibatkan koordinasi lintas kementerian dalam mewujudkan aksi bersih-bersih sampah secara nasional. Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah terpadu di seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengatasi tantangan sampah secara efektif.
Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana OIKN, Lazuardi Nasution, menyatakan bahwa banyak sektor telah dilibatkan dalam membangun kesadaran ini. Salah satunya adalah personel Grup 4 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang turut serta dalam giat bersama pada Rabu (11/2) lalu di Nusantara. Keterlibatan militer menunjukkan keseriusan dalam program ini.
Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI
Selain Grup 4 Kopassus, OIKN juga menggandeng Balai Perhutanan Sosial Kabupaten Kutai Kartanegara serta aparat kewilayahan. Pihak Kecamatan Samboja Barat dan Kelurahan Sungai Merdeka di Kutai Kartanegara turut berpartisipasi aktif dalam aksi menjaga kebersihan lingkungan. Sinergi ini memperkuat jangkauan program di tingkat lokal.
Kolaborasi lintas sektor dan instansi ini menjadi bagian integral dari upaya kolektif dalam menjaga kebersihan serta keberlanjutan lingkungan di kawasan Nusantara. Sinergi ini menunjukkan komitmen kuat berbagai pihak terhadap lingkungan yang bersih dan sehat. Tujuan utamanya adalah menciptakan IKN sebagai kota yang ramah lingkungan.
Giat bersama tersebut berfokus pada aksi bersih-bersih sampah sebagai langkah pengendalian pencemaran lingkungan di area IKN. Kegiatan ini menyasar koridor jalan utama, mulai dari simpang KM 38 hingga gerbang perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara. Pembersihan area vital ini penting untuk citra kota.
Dalam pelaksanaan tiga hari lalu, aksi tersebut berhasil mengumpulkan dan mengangkut sampah sebanyak 3,5 ton. Mayoritas sampah yang terkumpul didominasi oleh sampah domestik campuran, menegaskan pentingnya edukasi pengelolaan sampah. Volume sampah ini menunjukkan skala masalah yang perlu ditangani bersama.
Edukasi dan Inovasi dalam Pengelolaan Sampah OIKN
Lazuardi Nasution menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Inisiatif ini sekaligus menjadi dukungan nyata OIKN terhadap Gerakan Indonesia ASRI. HPSN menjadi momentum tepat untuk menggalakkan kepedulian lingkungan.
Pada hari pertama kegiatan, OIKN melakukan sosialisasi kepada Bank Sampah di delineasi IKN mengenai program Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) Pegadaian. Program ini mengusung tema "Memilah Sampah Menabung Emas" untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Ini adalah pendekatan inovatif untuk mendorong pemilahan sampah.
Di hari yang sama, OIKN juga menyosialisasikan kewajiban memilah sampah kepada seluruh Insan Otorita. Selain itu, mereka meresmikan kerja sama operasional Reverse Vending Machine (RVM) dengan PT Mayora Group sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah. Teknologi ini diharapkan dapat mempermudah proses daur ulang.
Menurut Lazuardi, tema "Memilah Sampah Menabung Emas" adalah semangat yang digalakkan oleh Pegadaian dan Otorita IKN dalam mengendalikan pencemaran lingkungan, khususnya sampah plastik. Sampah plastik berupa botol kini dapat memiliki nilai ekonomis melalui mesin RVM yang tersedia di KIPP Nusantara. Program ini mengubah sampah menjadi aset berharga.
Sumber: AntaraNews