MUI Imbau Umat Muslim di Jayawijaya Waspada Aktivitas di Luar Rumah, Ini Alasannya
MUI Jayawijaya juga mendesak aparat keamanan untuk segera memulihkan situasi dan menangkap para pelaku kekerasan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, mengimbau seluruh umat Muslim di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan pasca rentetan aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) yang menyasar warga sipil dan aparat kepolisian.
Imbauan itu disampaikan langsung oleh Ketua MUI Jayawijaya, Ustaz Adnan Yelipele, Sabtu (7/6), menyusul tragedi penembakan terhadap dua pekerja bangunan gereja di kawasan Air Garam, Wamena.
"Kami harap umat Muslim harus waspada terhadap kejadian-kejadian akhir-akhir ini yang membuat kita menjadi trauma dan merasa was-was khususnya di daerah perkampungan terhadap kejadian pembunuhan," katanya.
Aktivitas Luar Kota Dibatasi
Ustaz Adnan mengingatkan agar umat Muslim yang berprofesi sebagai tukang bangunan, sopir, maupun pekerjaan lapangan lainnya tidak melakukan aktivitas di luar Kota Wamena demi menjaga keselamatan jiwa.
"Kami ingatkan saudara-saudara umat Islam baik yang berprofesi sebagai tukang (bangunan), sopir dan profesi lainnya untuk tidak melakukan aktivitas di luar dari Kota Wamena supaya terhindar dari segala macam musibah," ujarnya.
MUI Jayawijaya juga mendesak aparat keamanan untuk segera memulihkan situasi dan menangkap para pelaku kekerasan.
"Kami berharap kejadian akhir-akhir ini segera dapat diatasi oleh pihak keamanan agar umat Islam dan umumnya umat lainnya dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Adnan menyebut penembakan terhadap dua pekerja bangunan gereja sangat menyakitkan hati umat Muslim, apalagi korban adalah bagian dari komunitas Islam di Jayawijaya.
"Tentu peristiwa ini sangat menyakiti perasaan umat Islam terutama saya sebagai Ketua MUI, karena ada umat kami yang terbunuh. Kami mohon kepada aparat keamanan untuk segera mengungkap pelakunya agar mendapatkan ganjaran setimpal," katanya.
"Pelaku melakukan tindakan bukan manusiawi, padahal mereka melakukan aktivitas pembangunan gereja," ujarnya menambahkan.
Menutup imbauannya, Adnan berharap tak ada lagi kekerasan terhadap warga sipil di Jayawijaya dan seluruh masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan rasa aman.
"Kami berharap kejadian pembunuhan tidak terulang dan masyarakat dapat melaksanakan kegiatan seperti biasa kembali tanpa ada rasa takut. Semoga Allah SWT melindungi umat Muslim dan umumnya umat lainnya di Kabupaten Jayawijaya," ujarnya.