Berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kini bersatu padu dalam komitmen kuat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Langkah ini diambil menyusul insiden aksi massa anarkis yang sempat terjadi pada akhir Agustus lalu, merusak citra Jepara sebagai Kota Ukir yang damai.
Komitmen tersebut datang dari berbagai pihak, mulai dari komunitas lintas agama, organisasi kepemudaan, hingga pemerintah daerah dan aparat keamanan. Mereka sepakat bahwa stabilitas dan kedamaian adalah kunci bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Jepara.
Kesepakatan ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat dapat disalurkan melalui cara-cara yang damai serta konstruktif. Upaya kolektif ini diharapkan dapat mengembalikan kondisi Jepara yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.
Advertisement
Advertisement
Ketua Tanfidziah PCNU Jepara, Kiai Charis Rohman, mengungkapkan keprihatinannya atas aksi anarkis yang terjadi, yang dinilai tidak lazim bagi Jepara. Ia menekankan pentingnya introspeksi bersama dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh hasutan yang berpotensi memecah belah persatuan. PCNU Jepara juga telah menerima instruksi dari PBNU untuk terus menyosialisasikan imbauan menjaga situasi kondusif kepada seluruh jajaran dan warga Nahdliyyin.
Senada dengan itu, Ketua PD Muhammadiyah Jepara, Kiai Fahrur Rozi, menyerukan kepada warga Muhammadiyah untuk menahan diri dan tidak terpancing oleh konten provokatif di media sosial. Ia mengingatkan bahwa narasi yang memecah belah antar organisasi kemasyarakatan keagamaan dapat memicu konflik yang merugikan. Penting bagi semua pihak untuk bergandengan tangan menjaga Jepara tetap aman dan harmonis.
Tokoh agama Budha, Romo Franky Supriyanto, juga menyampaikan pesan serupa mengenai pentingnya menjaga perdamaian di Jepara. Ia menegaskan bahwa para tokoh Budha satu suara dalam upaya menjaga situasi damai dan terus menyampaikan pesan agar umat tidak mudah terprovokasi. Komitmen ini menunjukkan sinergi antarumat beragama dalam menjaga kerukunan di Kota Ukir.
Advertisement
Advertisement
Ketua GP Ansor Jepara, Ainul Mahfudz, secara tegas menolak segala bentuk aksi anarkis, terutama yang berujung pada perusakan fasilitas publik di Kota Ukir. Ia menyatakan bahwa aspirasi apapun dapat disuarakan dengan cara yang damai dan santun. Kader Ansor berkomitmen penuh untuk selalu menjaga situasi kondusif di Jepara, mengingat daerah ini adalah "rumah bersama" yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
Upaya menyejukkan situasi juga diwujudkan melalui doa bersama yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jepara, Forkompinda, serta komunitas ojek online. Kegiatan ini diselenggarakan di Pendopo Jepara sebagai simbol persatuan dan komitmen bersama untuk menciptakan "cooling system" di tengah masyarakat. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan keseriusan dalam menjaga stabilitas.
Jika situasi kembali damai dan normal, pelayanan publik dapat berjalan maksimal, pembangunan daerah pun akan terus berlanjut, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Komitmen menjaga Jepara kondusif bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, melainkan seluruh warga. Dengan demikian, Jepara dapat terus dikenal sebagai daerah yang damai dan harmonis, jauh dari konflik dan anarkisme.
Advertisement
Sumber: AntaraNews