Cak Imin Minta Kasus Penembakan WNI di Malaysia Diusut Tuntas
Ketua Umum PKB ini menegaskan, para korban penembakan harus mendapatkan perhatian setelah kejadian tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar meminta kasus penembakan warga negara Indonesia (WNI) oleh petugas Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) diusut tuntas. Dia berharap kasus serupa tak terjadi lagi.
"Saya sudah kontak Duta Besar, saya juga terus komunikasi dengan para pihak, nanti secepatnya men-follow up hasil pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Malaysia," kata pria akrab disapa Cak Imin ini di TMII, Jakarta, Rabu (29/1).
Ketua Umum PKB ini menegaskan, para korban penembakan harus mendapatkan perhatian setelah kejadian tersebut.
"Pasti (diperhatikan), harus diperhatikan. Belum ada update, sampai sekarang nanti akan kita minta betul semua pihak untuk memperhatikan keluarganya," pungkasnya.
Jadi Pelajaran Penting
Cak Imin mengatakan, kasus penembakan WNI ini harus menjadi pelajaran penting untuk pemerintah Indonesia maupun Malaysia. Pemerintah Indonesia, kata dia, harus meningkatkan kerja sama tenaga kerja dengan Malaysia.
“Ini menjadi pelajaran penting buat pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk terus meningkatkan kerja sama, melegalkan pola hubungan interaktif penegak kerja dan seluruh proses-proses yang terkait. Baik yang legal maupun ilegal, mari kita duduk bersama," ujar dia.
Cak Imin mengaku, bakal meminta Menteri Luar Negeri hingga Menteri Perlindungan Pekerja Migran untuk duduk bersama dan menjelaskan secara detail terkait hal itu.
"Saya akan minta Menteri Perlindungan Pekerja Migran, kemudian Duta Besar, juga bantuan Kementerian Luar Negeri Agar duduk bersama. Bicara detail (PMI) legal maupun ilegal, kita buka mata, kita cari jalan," ungkapnya.
"Yang legal kita perkuat kualitas hidupnya, yang ilegal harus mendapatkan solusi. Ini karena ilegal ini, karena tetangga ya. Mereka mengira ini lalu lintas yang biasa, padahal ini negara yang berbeda," sambungnya.
5 WNI Ditembak
Sebelumnya, Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengalami insiden penembakan di perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Dalam kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani menjelaskan, insiden ini terjadi pada Jumat, (24/1) sekitar pukul 03.00 dini hari waktu Malaysia.
Christina mengecam tindakan APMM yang menggunakan kekuatan berlebihan terhadap kelima PMI tersebut.
"KemenP2MI mendesak pemerintah Malaysia untuk segera menyelidiki insiden ini dan mengambil tindakan tegas terhadap petugas patroli APMM jika terbukti melakukan tindakan yang melibatkan penggunaan kekuatan berlebihan atau excessive use of force," ujar Christina.