Misteri Kematian Mahasiswa Udayana: 19 Saksi Diperiksa, CCTV Kampus Jadi Sorotan
Polisi terus menyelidiki kasus Kematian Mahasiswa Udayana berinisial TAS yang jatuh dari lantai empat gedung FISIP. 19 saksi telah diperiksa, mengungkap kepribadian korban yang cerdas.
Kepolisian Sektor Denpasar Barat gencar melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus kematian seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana berinisial TAS (22). Korban ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai empat gedung kampus di Kampus Sudirman Denpasar pada Rabu (15/10) pagi. Insiden tragis ini menyisakan banyak pertanyaan di kalangan civitas akademika.
Hingga Senin (20/10), sebanyak 19 saksi telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Para saksi meliputi dosen, teman kelas, sahabat dekat korban, hingga petugas keamanan kampus. Pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai kronologi kejadian.
Kapolsek Denpasar Barat, Komisaris Polisi Laksmi Trisnadewi Wieryawan, menyatakan bahwa keterangan para saksi menjadi kunci dalam penyelidikan. Mereka memberikan gambaran tentang kepribadian korban yang dikenal cerdas dan berprinsip. Hal ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan lebih lanjut mengenai motif di balik kejadian nahas tersebut.
Penyelidikan Intensif dan Keterangan Saksi
Dalam upaya mengungkap misteri di balik kematian TAS, polisi telah memeriksa belasan saksi dari berbagai latar belakang. Keterangan dari para dosen dan teman-teman korban menjadi fokus utama penyelidikan. Mereka memberikan perspektif yang berharga mengenai karakter dan kehidupan sosial TAS selama berkuliah di Universitas Udayana.
Kapolsek Laksmi Trisnadewi Wieryawan menjelaskan bahwa mayoritas saksi menggambarkan TAS sebagai individu yang memiliki kemampuan intelektual tinggi. "Dari 19 saksi yang kami mintai keterangan, mereka rata-rata menyampaikan bahwa korban ini orangnya pintar, berbicara itu sangat berbobot," ungkap Laksmi. Penjelasan ini mengindikasikan bahwa korban bukanlah sosok yang ceroboh.
Lebih lanjut, Laksmi menambahkan bahwa TAS juga dikenal sebagai pribadi yang disegani oleh rekan-rekannya. Ini mengecilkan kemungkinan korban menjadi target perundungan atau bullying. "Jadi rekan-rekan itu segan malahan, segan. Kemudian kalau untuk menjadi korban pembulian itu dari teman-temannya pun merasa itu sangat kecil sekali kemungkinan yang terjadi. Karena korban ini orang yang berprinsip, bukan tipe-tipe yang akan gampang di-bully seperti itu," jelasnya.
Keterangan saksi mata di lokasi kejadian juga menjadi bagian penting dari penyelidikan. Tiga orang saksi mata dilaporkan melihat korban duduk di sebuah kursi sebelum akhirnya meninggalkan sepatu dan tas di bangku tersebut. Setelah itu, korban ditemukan jatuh dari lantai empat, menambah kompleksitas kasus ini.
Kontroversi CCTV dan Titik Buta
Aspek krusial lain dalam penyelidikan adalah kondisi rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Polisi awalnya menyatakan bahwa CCTV di lantai empat gedung FISIP Universitas Udayana Kampus Sudirman telah rusak sejak tahun 2023. Informasi ini tentu saja menghambat proses rekonstruksi kejadian secara visual.
Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh pihak Universitas Udayana. Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Ni Nyoman Dewi Pascarani, menegaskan bahwa CCTV kampus berfungsi dengan baik. "CCTV kami berfungsi dengan baik. Almarhum tertangkap kamera CCTV berjalan di lorong, itu ada," ujarnya.
Pascarani menjelaskan bahwa meskipun CCTV berfungsi, korban sempat berada di titik buta (blind spot) kamera. "Tapi, setelah itu tidak tertangkap lagi oleh CCTV. Ini sudah dilakukan pengecekan juga dengan pihak kepolisian," tambahnya. Kondisi ini membuat rekaman visual kejadian utama tidak terekam, menyisakan celah dalam bukti elektronik.
Meskipun demikian, keberadaan rekaman CCTV yang menunjukkan korban berjalan di lorong memberikan gambaran awal pergerakan TAS sebelum insiden. Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan universitas untuk mengumpulkan semua bukti yang relevan, termasuk rekaman CCTV yang tersedia, guna merangkai kronologi kejadian secara utuh dan menemukan penyebab pasti Kematian Mahasiswa Udayana ini.
Sumber: AntaraNews