Mahasiswa Udayana Tewas Jatuh dari Lantai 4, Polisi Ungkap Fakta CCTV dan Kesaksian Saksi

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan keluarga korban dan menjelaskan perkembangan penyelidikan.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Mahasiswa Udayana Tewas Jatuh dari Lantai 4, Polisi Ungkap Fakta CCTV dan Kesaksian Saksi
Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Kampus Sudirman, Universitas Udayana, di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Senin (20/10). (merdeka.com)

Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Timothy Anugerah Saputra (21) yang ditemukan meninggal setelah terjatuh dari gedung kampus. Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan keluarga korban dan menjelaskan perkembangan penyelidikan.

“Update penyelidikan terkait kasus meninggalnya salah satu mahasiswa di Universitas Udayana, tadi malam kami sudah bertemu dengan ayah kandung korban. Kami sudah menjelaskan rangkaian proses yang telah kami laksanakan dan beliau pada intinya memahami,” kata Kompol Laksmi, Senin (20/10).

Ayah korban sempat menanyakan lantai tempat anaknya terjatuh karena beredar kabar simpang siur.

“Korban itu jatuh dari lantai empat. Kemudian, apakah benar tidak ada CCTV yang merekam kejadian tersebut? Kami jelaskan bahwa CCTV di lobi merekam korban saat datang dan saat terjatuh. Namun CCTV di lantai empat rusak sejak sekitar tahun 2023,” ujarnya.

Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Kampus Sudirman, Universitas Udayana, di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Senin (20/10).
Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Kampus Sudirman, Universitas Udayana, di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Senin (20/10). merdeka.com

Selain itu, polisi memastikan ada beberapa saksi yang melihat korban sesaat sebelum kejadian.

“Keluar dari lift, datang di lantai empat, kemudian berjalan dan duduk di lokasi di mana terakhir ditemukan tas dan sepatu milik korban. Ada tiga saksi yang melihat, tapi karena tidak saling kenal, mereka tidak terlalu menghiraukan kegiatan korban saat itu,” ungkapnya.

Sekitar 10 hingga 15 menit kemudian, salah satu saksi menoleh dan melihat hanya sepatu korban yang tertinggal di lokasi.

“Ada saksi yang juga melihat korban melepas sepatu. Namun karena tidak mengenal, saksi tidak menaruh curiga. Setelah keluar kelas, korban sudah tidak ada,” jelasnya.

Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Kampus Sudirman, Universitas Udayana, di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Senin (20/10).
Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Kampus Sudirman, Universitas Udayana, di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Senin (20/10). merdeka.com

Mengenai dugaan korban melakukan bunuh diri, Kompol Laksmi menyebut masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Ada saksi yang melihat korban datang sendiri, duduk, dan melepas sepatu. Tapi tidak ada yang melihat saat korban terjatuh atau melompat. Kami juga masih mendalami apakah ada unsur perundungan atau bullying yang menyebabkan hal itu,” ujarnya.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari dosen, teman sekelas, hingga sahabat korban.

“Dari keterangan para saksi, tidak ada yang mengetahui adanya perundungan terhadap korban. Namun kami sudah meminta izin keluarga untuk memeriksa handphone korban agar bisa menemukan informasi tambahan,” ujarnya.

Namun, ibu korban menolak permintaan tersebut. “Dari pihak ibu menyampaikan bahwa sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mau memperpanjang ke jalur hukum. Jadi akses untuk handphone itu tidak bisa kami dapatkan,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (15/10) pagi, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud, Timothy Anugerah Saputra, tewas terjatuh dari lantai empat Gedung FISIP di Kampus Sudirman, Denpasar Barat.

Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dewi Pascarani, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut.

“Universitas Udayana menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di lingkungan kampus Sudirman,” kata Pascarani, Rabu (15/10) sore.

Rekomendasi