Menteri PPN Soroti Strategisnya Riset Unsoed dalam Mendukung Ketahanan Pangan Energi Nasional
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas menegaskan pentingnya Riset Unsoed Pangan Energi untuk pembangunan nasional, khususnya dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengunjungi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada Jumat (23/1). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung potensi riset dan inovasi kampus tersebut.
Dalam kunjungannya, Menteri PPN menyoroti peran strategis riset Unsoed dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Ia menekankan bahwa inovasi Unsoed memiliki kekuatan luar biasa dan sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Apresiasi tinggi diberikan kepada Unsoed atas kontribusinya dalam menghasilkan terobosan yang dapat diimplementasikan. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM pangan.
Peran Krusial Riset Unsoed bagi Pembangunan Nasional
Menteri PPN Rachmat Pambudy menyatakan bahwa peran perguruan tinggi krusial dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Peran ini diwujudkan melalui riset yang aplikatif serta berorientasi pada solusi konkret.
Menurutnya, hasil riset yang dikembangkan oleh Unsoed menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Sinergi dengan pemerintah pusat menjadi kunci utama dalam memaksimalkan potensi tersebut.
Pengembangan riset dan inovasi yang dilakukan Unsoed diharapkan dapat langsung diimplementasikan. Ini akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas, khususnya di sektor pangan dan energi.
Inovasi Unggulan Unsoed untuk Ketahanan Pangan dan Energi
Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, menjelaskan berbagai inovasi unggulan yang telah dihasilkan kampusnya. Inovasi ini fokus pada peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Beberapa inovasi tersebut meliputi Unsoed Closed House dan kandang ayam petelur Merah Putih. Ada pula klaster peternakan sapi potong Sapi Amanah Farm yang telah dikembangkan secara berkelanjutan.
Di bidang pertanian, Unsoed juga menghadirkan varietas unggul seperti Pearl Millet, Padi Protani, Padi Inpari Unsoed 79 Agritan, dan Kedelai Garuda Merah Putih. Selain itu, ada pupuk NZEO-SRPlus dan NK, serta teknologi Smart Greenhouse berbasis IoT dan PLTS.
Inovasi-inovasi ini dirancang untuk dapat diimplementasikan langsung oleh petani, peternak, serta pelaku UMKM pangan. Hal ini menunjukkan komitmen Unsoed dalam mendukung Riset Unsoed Pangan Energi yang aplikatif.
Visi Pengembangan Jangka Menengah dan Kerja Sama Strategis
Unsoed saat ini telah meraih akreditasi Unggul, dengan 105 program studi yang tersedia. Tujuh di antaranya bahkan telah terakreditasi secara internasional, menunjukkan kualitas pendidikan yang tinggi.
Kampus ini didukung oleh lebih dari 35 ribu mahasiswa dan 1.353 dosen yang berkualitas. Hal ini menjadi modal kuat bagi Unsoed untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan nasional.
Rektor Unsoed juga memaparkan rencana pengembangan jangka menengah Unsoed 2026–2030. Rencana ini mencakup pembangunan Pusat Riset Genomik, Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Pangan, serta Rumah Sakit Pendidikan.
Kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas turut dimanfaatkan untuk diskusi strategis. Diskusi ini membahas peluang penguatan kerja sama antara Bappenas dan Unsoed demi kemajuan Riset Unsoed Pangan Energi dan inovasi nasional.
Sumber: AntaraNews