Mahasiswa Undana Kembangkan Budikdamber, Solusi Ketahanan Pangan Warga Pesisir Kupang
Inovasi Budikdamber Undana oleh mahasiswa KKN Tematik menjadi solusi ketahanan pangan efektif bagi masyarakat pesisir Kelurahan Nunbaun Sabu, Kota Kupang, dengan metode yang hemat air dan berbiaya rendah.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT, telah berhasil mengembangkan teknologi budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dan sistem akuaponik. Inovasi ini ditujukan sebagai solusi ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kota Kupang. Program ini merupakan bagian dari upaya Undana untuk menerapkan inovasi akademik langsung di tengah masyarakat.
Pengembangan Budikdamber Undana ini tidak hanya fokus pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga meliputi edukasi teknologi tepat guna kepada warga. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Wesley Pasaribu menjelaskan bahwa pendekatan ini memastikan masyarakat dapat mengadopsi teknologi secara mandiri. Inisiatif ini dilaksanakan di Kupang pada hari Jumat, 10 April.
Budikdamber dipilih karena efisiensinya yang tinggi, hemat air, tidak memerlukan listrik, serta memiliki biaya operasional yang relatif rendah sehingga mudah diterapkan oleh masyarakat luas. Karakteristik ini menjadikannya sangat cocok untuk wilayah dengan keterbatasan sumber daya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga.
Inovasi Budikdamber yang Efisien dan Berkelanjutan
Teknologi Budikdamber Undana menawarkan pendekatan budidaya ikan air tawar yang sangat efisien dan berkelanjutan. Sistem ini memungkinkan warga untuk memanen ikan lele dan sayuran secara bersamaan dalam satu wadah, sehingga secara signifikan mendukung pemenuhan gizi keluarga. Pemanfaatan lahan terbatas di pekarangan rumah dapat dioptimalkan melalui metode ini.
Menurut DPL Wesley Pasaribu, keunggulan utama Budikdamber terletak pada kemampuannya untuk beroperasi tanpa listrik dan dengan konsumsi air yang minimal. Biaya operasional yang rendah juga menjadi daya tarik utama, membuatnya sangat cocok untuk diterapkan di lingkungan masyarakat pesisir. Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan sumber daya.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa Undana memberikan pendampingan intensif kepada kelompok sasaran. Pendampingan ini mencakup pengelolaan kualitas air, pengaturan suhu, serta pemantauan pertumbuhan ikan dan tanaman. Pendekatan holistik ini memastikan keberhasilan adopsi teknologi oleh masyarakat.
Tiga Model Produksi Terintegrasi untuk Ketahanan Pangan
Program Budikdamber Undana menyasar kelompok budidaya ikan air tawar “Murimada” dengan menghadirkan tiga model produksi terintegrasi. Model-model tersebut meliputi budikdamber, akuaponik rak, dan kolam terpal. Ketiga model ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas di pekarangan rumah warga.
Pada sistem akuaponik, hasil yang dicapai cukup memuaskan, dengan tanaman kangkung mampu tumbuh hingga ketinggian rata-rata 53 hingga 59 sentimeter. Tanaman ini siap dipanen dan dikonsumsi, menunjukkan efektivitas sistem dalam menghasilkan sayuran segar. Integrasi ikan dan tanaman ini menciptakan ekosistem yang saling mendukung.
Selain itu, kolam terpal dimanfaatkan untuk produksi ikan lele dalam skala yang lebih besar. Produksi ini bertujuan untuk mendukung peningkatan ekonomi kelompok secara signifikan. Kombinasi ketiga model ini memberikan fleksibilitas dan pilihan bagi masyarakat dalam mengembangkan budidaya sesuai kebutuhan dan kapasitas mereka.
Respon Positif Komunitas dan Harapan Masa Depan
Ketua Kelompok “Murimada”, Ruben Rihi Ha’u, menyambut baik inovasi Budikdamber Undana yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKNT. Ia menilai bahwa teknologi ini mudah diterapkan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara mandiri oleh warga lainnya. Respon positif ini menjadi indikator keberhasilan program.
Ruben Rihi Ha’u juga berharap fasilitas percontohan yang telah dibangun oleh mahasiswa Undana dapat menjadi pemicu. Harapannya adalah agar masyarakat sekitar terinspirasi untuk mengembangkan sistem serupa di lingkungan masing-masing. Hal ini akan memperluas dampak positif dari program Budikdamber.
Melalui program ini, Universitas Nusa Cendana secara aktif mendorong pemanfaatan inovasi akademik sebagai solusi praktis. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, khususnya di wilayah pesisir yang seringkali menghadapi keterbatasan lahan dan sumber daya air. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Undana terhadap pengabdian masyarakat.
Sumber: AntaraNews