Menteri P2MI Dorong Pekerja Indonesia Bekerja di Luar Negeri, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyebut proses perizinan kerja ke luar negeri harus memenuhi syarat di bawah ini.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyebut proses perizinan kerja ke luar negeri harus dengan kelengkapan dokumen elektronik pekerja migran Indonesia (E-PMI). Dengan dilengkapi dokumen resmi, supaya para pekerja migran mendapat kepastian perlindungan dari pemerintah Indonesia.
"Ke depan pekerja migran tidak boleh berangkat baik pelaut maupun niaga kalau tidak memiliki E-PMI. Ini supaya terlindungi," kata Karding di Kampus AMNI Semarang, Kamis (26/6).
Karding menyatakan pihaknya akan mengadakan serangkaian pelatihan sebagai sarana melengkapi dokumen E-PMI. Dia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan, bisa dikerjakan di setiap kabupaten/kota maupun provinsi.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian P2MI berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk berkolaborasi menciptakan program pelatihan yang komprehensif.
"Sekarang kita kerja sama dengan Kemenhub untuk melibatkan unsur-unsur seperti universitas seperti ini. Dan tentu semuanya oke," ungkapnya.
Kunjungan Karding
Dalam kunjungan di Kampus AMNI, Karding mengecek beberapa fasilitas seperti kolam renang, tempat pelatihan fisik, sarana kesehatan dan sejenisnya. Di AMNI pihaknya mendapat penjelasan bahwa siswa maritim dibekali sertifikasi kelasi kapal.
"Kita lihat AMNI ini sudah bagus ya. Ada sertifikasi kelasi kapal dengan negara-negara tujuan. Pendidikan bahasa inggrisnya sudah bagus dan kita ada MoU, PKS (perjanjian kerja sama) dengan AMNI," ujarnya.
Karding pun mengimbau kepada para siswa AMNI agar tidak tergiur dengan janji-janji gaji besar ketika ditawari bekerja ke luar negeri.
"Jadi setiap tawaran pekerjaan perlu diteliti, dicek lebih jelas supaya tidak terjadi tindak pidana penipuan," jelasnya.
Rektor AMNI, Prof Johanes Hutabarat mengatakan sebagai kampus pencetak tenaga kerja di bidang perkapalan, AMNI memiliki sistem pendidikan untuk membangun kesehatan fisik dan mental yang berjenjang.
"Di sini kami punya program meningkatkan kedisiplinan siswa, mental health. Dan di sini disiplin militer perlu diberikan," kata Johanes Hutabarat.