Menteri KLH Tinjau Pengelolaan Sampah Terminal Mangkang Jelang Arus Mudik Lebaran 2026
Menteri Lingkungan Hidup (KLH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau fasilitas pengelolaan sampah di Terminal Mangkang, Semarang, guna memastikan kesiapan jelang arus mudik Lebaran 2026 dan optimalisasi pengelolaan sampah.
Menteri Lingkungan Hidup (KLH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan peninjauan langsung ke Terminal Mangkang, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu, 15 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek fasilitas pengelolaan sampah dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Tinjauan tersebut merupakan bagian integral dari program Mudik Minim Sampah yang dicanangkan menjelang Lebaran 2026. Program ini berfokus pada upaya memastikan lingkungan terminal tetap bersih, sekaligus menjamin pelayanan terbaik bagi para pemudik yang akan melintas.
Hanif Faisol Nurofiq menyoroti pentingnya pengelolaan sampah di terminal, meskipun volumenya relatif kecil, dan menekankan perlunya koordinasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat agar penanganannya lebih optimal.
Fokus KLH pada Kebersihan Simpul Transportasi
Pemerintah berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang dan pemudik yang memanfaatkan berbagai simpul transportasi. Hal ini mencakup terminal bus maupun area istirahat (rest area) di sepanjang jalur mudik.
Kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian utama Kementerian Lingkungan Hidup dalam upaya tersebut. Kesiapan fasilitas kebersihan di lokasi-lokasi strategis ini dianggap krusial untuk kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Menteri Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pelayanan terbaik bagi pemudik harus menjadi prioritas. Oleh karena itu, aspek kebersihan di fasilitas publik seperti terminal tidak boleh diabaikan demi kenyamanan bersama.
Sistem Pengelolaan Sampah di Terminal Mangkang
Kepala Terminal Tipe A Mangkang, Reno Adi Pribadi, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah di terminal telah berjalan dengan baik. Sampah dipilah berdasarkan jenisnya langsung di dalam gedung.
Pemilahan ini meliputi sampah organik, non-organik, hingga limbah obat-obatan. Proses pemilahan yang terstruktur ini menunjukkan keseriusan pengelola dalam menjaga kebersihan lingkungan terminal.
Setelah dipilah, sampah-sampah tersebut dikumpulkan di penampungan sementara yang terletak di bagian belakang terminal. Selanjutnya, petugas kebersihan akan mengangkut sampah-sampah ini untuk penanganan lebih lanjut.
Upaya Peningkatan dan Pembinaan Pengelolaan Sampah
Meskipun upaya penanganan sampah di Terminal Mangkang dinilai sudah baik, Menteri Lingkungan Hidup menyatakan bahwa perlu ada peningkatan berkelanjutan. Pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang sangat diperlukan untuk pengelolaan yang lebih rapi dan efisien.
Hanif Faisol Nurofiq menambahkan bahwa untuk fasilitas berskala kecil seperti Terminal Mangkang, fokus utama adalah menjaga kebersihan lingkungan. Fasilitas pemilahan sederhana sudah dianggap cukup memadai mengingat volume sampah yang tidak terlalu besar.
Selain di Terminal Mangkang, Menteri Lingkungan Hidup juga melakukan tinjauan serupa di sejumlah rest area tol. Hal ini dilakukan untuk memastikan fasilitas dan sarana kebersihan siap menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.
Sumber: AntaraNews