Menteri Desa Laporkan Kades Main Judol Pakai Dana Desa ke Mabes Polri
Penyalagunaan dana desa oleh kepala desa tidak sesuai dengan progam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Yandri Susanto melaporkan langsung adanya kepala desa yang terlibat dengan Judi Online (Judol) ke Bareskrim Mabes Polri. Temuan itu berdasarkan laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK) adanya kejanggalan pada penggunaan dana desa.
"Tujuan kami datang kami menyampaikan data dari PPATK bahwa tahun lalu 2024 sekitar 1 Januari-Juni ada oknum kepala desa yang menggunakan dana desa untuk penggunaan lainnya artinya tidak sesuai dengan pemanfaatan sesuai dengan per UUD atau peraturan menteri desa, diantaranya untuk judol dan lain-lain," kata Yandri di Mabes Polri, Rabu (19/2).
Menurutnya, penyalagunaan dana desa oleh kepala desa tidak sesuai dengan progam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada sektor pemerataan ekonomi dan pemeberantasan kemiskinan.
Tidak Ada Tepat Bagi Kades Nakal
Yandri menerangkan tidak ada ruang bagi kepala desa yang nakal, mengingat Kementerian Desa telah meneken kerja sama dengan Aparat Penegak Hukum lain.
"Kami tadi udah meminta karna ini adalah tugas aparat penegak hukum, kami sudah menyampaikan data sehingga bisa di follow up untuk menjadi perhatian dan menjadi efek jera kepala desa yang lain untuk tidak melakukan hal yg sama," tegasnya.
"Karena sekarang tidak ada lagi ruang tidak ada lagi kesempatan untuk kepala desa untuk membancak dana desa itu. Karna pasti ketahuan," tambah Yandri.
Saat melaporkan, Iskandar turut melapirkan sejumlah bukti salah satunya data dari PPATK, Kemendes dan lain sebagainya. Dia berharap dengan adanya kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi adanya kepala desa yang akan berbuat nakal.
"Kalau didiamkan, dibiarkan atau ditolerir, nah ini kita khawatir oknum kepala desa yang lain akan mengikuti kepala desa yang salah ini. Jadi sekali lagi, di mana berapa kepala desa dan lokusnya biar APH yang buka semua," pungkasnya.