Heboh Se-Jabar! Dedi Mulyadi Jadi Saksi Nikah Kades, Sumbang Emas dan Baju Dalam
Acara pernikahan ini berlangsung penuh kehangatan dan keakraban, bahkan sempat menjadi perbincangan karena keterlibatan langsung Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah hadir sebagai saksi pernikahan Kepala Desa Sukasari, Oleh Solihin, dengan Rani Alina.
Acara pernikahan ini berlangsung penuh kehangatan dan keakraban, bahkan sempat menjadi perbincangan karena keterlibatan langsung Dedi Mulyadi dalam menyiapkan sejumlah keperluan pernikahan.
Dalam kesempatan itu, Dedi mengaku turut menyediakan sejumlah kebutuhan pasangan pengantin.
"Emas dari kita, baju dalam dari kita, baju tidur dari kita," ujar Dedi sambil menepuk bahu kepala desa, dikutip dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.
Kursi Plastik
Ia juga menyentil soal kursi plastik yang digunakan dalam persiapan pernikahan awal.
"Nikah tidak ngemodal, lihat kursinya plastik, bikin malu. Ini kursi diganti pakai kursi biasa, tarik sekarang," ujarnya.
Oleh Solihin, yang lahir pada 14 Agustus 1975 dan sebelumnya dikenal sederhana, menikahi Rani Alina, lahir 3 Agustus 1986. Kepala desa itu sebelumnya berstatus duda, sementara Rani berstatus janda dengan dua anak dan surat resmi. Dedi pun menegaskan pentingnya komitmen dalam rumah tangga.
Saat ditanya apakah akan setia kepada pasangan, Oleh menegaskan, "Sumpah benar, janji enggak bakalan ke wanita lain," ujar oleh.
Wejangan
Dedi lantas memberi wejangan dan hadiah tambahan berupa penginapan empat malam di hotel. Mas kawin yang diberikan Oleh tercatat 14 gram, yang disoroti Dedi dengan candaan, "Hebat, bukan dana desa kan, banyak duitnya".
Dedi juga memberikan pesan khusus untuk keduanya pasca-nikah. Kepada Oleh, ia menekankan untuk menjaga mata dan perilaku saat keliling Jawa Barat, serta mengatur keuangan agar lebih bijak, khususnya untuk istrinya.
Sedangkan untuk Rani, Dedi berpesan agar menjaga komunikasi dengan warga dan aktif dalam program PKK, posyandu, serta memastikan kebutuhan dasar warga, termasuk beras dan gizi anak-anak, terpenuhi.